JEMBER LOR, Halo Jember – Akhir tahun pendidikan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember tidak hanya sedang direpotkan dengan persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)-dulu bernama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Tetapi Dispendik juga mengupayakan seluruh lulusan SD untuk melanjutkan ke SMP, begitu pula lulusan menengah untuk lanjut ke pendidikan atas atau SMA/SMK.
Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan untuk menanggulangi anak putus sekolah.
Sementara, anak tidak sekolah (ATS) di Jember pada tahun 2024 lalu mencapai 42,1 ribu anak.
ATS sendiri meliputi anak tidak pernah sekolah, putus sekolah, dan tidak melanjutkan sekolah.
Kepala Dispendik Jember Hadi Mulyono menerangkan, untuk menanggulangi anak putus sekolah ataupun anak tidak melanjutkan sekolah, maka peran guru ini sangat penting.
“Tugas memberi pemahaman pentingnya pendidikan bukan hanya di tangan sekolah saja, tapi juga guru-guru yang berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari,” ujarnya saat sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Aula Dispendik Jember, beberapa hari lalu.
Menurutnya, pendidikan adalah kunci masa depan. Bahkan, pendidikan adalah salah satu indikator kemajuan suatu daerah.
Oleh karena itu, ia berharap agar seluruh elemen pendidikan di Jember bisa bahu-membahu mendorong semangat belajar anak-anak, khususnya yang akan lulus dari SD maupun SMP.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang berhenti sekolah hanya karena kurang motivasi atau informasi,” katanya.
Hadi juga mengingatkan bahwa proses transisi dari SD ke SMP dan dari SMP ke SMA merupakan momen krusial yang perlu dikawal bersama.
Guru diharapkan bisa menjadi jembatan informasi dan motivasi agar siswa memahami pentingnya terus belajar.
“Seringkali yang dibutuhkan anak-anak hanya dorongan kecil dari gurunya untuk percaya diri melanjutkan sekolah,” jelasnya. (dhi/dwi)
Editor : Sidkin