HALO JEMBER - Menjelang Idul Adha 1446 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung sejumlah lokasi peternakan hewan kurban di Jatim.
Dalam kunjungannya itu, Gubernur Khofifah memastikan bahwa seluruh sapi yang disiapkan untuk kurban telah mendapatkan vaksinasi terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin juga dilakukan oleh dokter hewan dan tenaga paramedik.
Gubernur Khofifah menyampaikan, ketersediaan atau stok hewan kurban di Jawa Timur tahun ini melampaui kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data, kebutuhan sapi untuk kurban di Jawa Timur diperkirakan mencapai 98.388 ekor, sementara stok yang tersedia mencapai 526.987 ekor.
Artinya, ada kelebihan (surplus) sebanyak 428.599 ekor sapi.
Surplus juga terjadi pada jenis hewan kurban lainnya. Stok kambing melebihi kebutuhan sebanyak 525.271 ekor, domba surplus 225.899 ekor, dan kerbau surplus 1.717 ekor.
"InsyaAllah hewan kurban semuanya sehat dan jumlahnya cukup sehingga masyarakat di luar Jatim bisa mengakses hewan kurban yang disediakan peternak di Jatim," ujar Khofifah, dikutip dari website Dinas Peternakan Provinsi Jatim.
Untuk memastikan keamanan dan kelayakan hewan kurban, Pemprov Jatim telah menurunkan tim khusus yang terdiri dari 950 dokter hewan, 1.500 paramedis hewan, 94 pengawas bibit ternak, 58 pengawas mutu pakan, serta 3.254 juru sembelih halal (juleha) bersertifikat.
Dengan ketersediaan hewan kurban yang melimpah dan kondisi kesehatan yang terjaga, masyarakat Jatim diimbau untuk tidak ragu dan khawatir dalam melaksanakan ibadah kurban tahun ini.