AMBULU, Radar Jember - Banyaknya kerusakan gedung sekolah di Jember menyisakan pekerjaan rumah yang harus diseriusi pemerintah daerah.
Jumlah kerusakan yang terus bertambah, memaksa pemerintah juga harus mengucurkan anggaran yang cukup besar.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut ada sekitar 1.500 lebih sekolah di Jember yang kondisinya rusak.
Pemerintah akan melakukan perbaikan dengan anggaran yang diyakini cukup besar, dibandingkan dengan biaya perbaikan pada tahun-tahun sebelumnya.
"Di era kami, salah satu yang kita prioritaskan adalah perbaikan gedung-gedung sekolah SD dan SMP. Insyaallah, belum ada APBD selama lima tahun terakhir anggaran perbaikan sekolah yang besar melebihi yang sekarang," kata Gus Fawait, saat resepsi puncak 100 hari kinerjanya, di Pantai Watu Ulo Ambulu, Minggu (1/6) malam.
Kendati begitu, Gus Fawait meminta masyarakat bersabar. Karena menurut dia, perbaikan dalam skala besar ini tidak hanya menyedot anggaran yang besar, namun juga waktu yang panjang.
"Kita akan cicil dan pelan-pelan, kita perbaiki sekolah-sekolah yang rusak ini," jelasnya.
Ia menegaskan jika APBD murni tahun ini belum bisa mengeksekusi perbaikan keseluruhan, ia memastikan dicarikan jalan saat Perubahan APBD atau di APBD 2026.
"Untuk pengentasan kemiskinan dalam jangka panjang, tidak ada cara lain kecuali melalui jalur ilmu. Maka dari itu kesehatan dan pendidikan ini menjadi prioritas pembangunan Jember ke depan," pungkas politisi Gerindra itu.
Terpisah, sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Jember Hadi Mulyono, menguraikan bahwa realisasi perbaikan sekolah rusak itu masuk pada proses harmonisasi di kementerian terkait untuk menentukan jumlah sasaran dari yang diajukan pemda.
"Kemarin kita diminta untuk harmonisasi dari kementerian, kalau sudah nanti dari kementerian langsung ke sekolah yang bersangkutan," jelas Hadi, beberapa hari lalu.
Menurutnya, jika pada perbaikan tahun-tahun sebelumnya, Dana Alokasi Khusus (DAK) melekat di APBD dan terparkir di dinas pendidikan, namun mulai tahun 2025 ini, DAK langsung dikucurkan kementerian ke sekolah yang diajukan perbaikan, melalui sistem swakelola
"Kalau untuk anggarannya, tahun sebelumnya sekitar Rp 6,5 miliar, sekarang menjadi sekitar Rp 46,5 Miliar, itu total semuanya," jelasnya.
Hadi menambahkan, anggaran itu nanti untuk perbaikan sarana prasarana sekolah, dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.
Berdasarkan Dapodik Dinas Pendidikan Jember, ada sekitar 400 lebih sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Ia menegaskan, rehabilitasi kerusakan gedung sekolah ini hanya dikhususkan untuk sekolah yang rusak sedang sampai berat.
Jika hanya rusak ringan, sekolah bisa memperbaiki sendiri menggunakan BOSP.
Ia juga memastikan perbaikan dimungkinkan dimulai sebelum perubahan APBD 2025.
"Kalau infrastruktur yang pasti sebelum perubahan APBD, kalau setelah perubahan APBD tidak memungkinkan waktunya," tutup Hadi. (mau/nur)
Editor : Sidkin