LUMAJANG, Halo Jember - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi sebanyak lima kali hari ini, Jumat (13/6/2025).
Berdasar laporan Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur Lumajang, erupsi pertama dimulai pada pukul 01.12 WIB.
Namun, tinggi kolom erupsi Gunung Semeru tidak teramati.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 139 detik.
Erupsi kedua pada pukul 08:48 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak.
Tinggi kolom itu sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik.
Lalu erupsi Gunung Tertinggi di Pulau Jawa yang ketiga terjadi pada pukul 10.00 WIB.
Lagi-lagi, tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 112 detik.
Tak sampai dua jam, erupsi keempat terjadi pada pukul 11.54 WIB.
Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 100 detik.
Sementara, erupsi terbaru dilaporkan terjadi pada pukul 18.52 WIB.
Tinggi kolom erupsi kembali tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik.
Petugas PPGA Semeru Ghufron Alwi mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.
"Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Halojember.jawapos.com, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga: Menjelajah Hutan di Lereng Gunung Semeru, Cara Lain Menikmati Keindahan Wisata Grojogan Sewu
Selanjutnya, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru," imbuhnya.
Aliran sungai itu meliputi sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Baca Juga: Wisata Bukit Simbar Lumajang, Nikmati Panorama Gunung Semeru secara Sempurna
Untuk diketahui, Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini berada pada level II Waspada.*
Editor : Sidkin