Potensi Emas di Jawa Timur Kian Menarik, Beberapa Wilayah Masuk Radar Eksplorasi
Dwi Siswanto• Sabtu, 5 Juli 2025 | 01:33 WIB
Area pengolahan di tambang emas Martabe, PT Agincourt Resources, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (dok. PTAR)
HALO JEMBER – Provinsi Jawa Timur ternyata tidak hanya kaya akan hasil pertanian dan perikanan, tetapi juga menyimpan potensi tambang emas yang cukup menjanjikan.
Beberapa daerah kini mulai dilirik oleh investor tambang nasional maupun asing untuk dieksplorasi lebih lanjut, menyusul temuan cadangan mineral logam yang cukup signifikan.
Menurut data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, terdapat sejumlah wilayah yang memiliki indikasi kuat mengandung emas, terutama di kawasan selatan dan timur provinsi.
Daerah seperti Trenggalek, Banyuwangi, dan Jember menjadi titik utama eksplorasi dan penelitian geologi dalam beberapa tahun terakhir.
Trenggalek: Emas di Bawah Perbukitan
Kabupaten Trenggalek menjadi sorotan utama setelah dilakukan eksplorasi oleh perusahaan tambang multinasional, PT Sumber Mineral Nusantara (SMN), yang merupakan anak usaha perusahaan Australia, Far East Gold Ltd. Dari hasil pengeboran awal, ditemukan adanya potensi emas dan logam mulia lainnya dalam jumlah yang tidak sedikit di wilayah Kecamatan Watulimo.
Namun demikian, eksplorasi ini juga menimbulkan kontroversi karena sebagian wilayah tumpang tindih dengan kawasan hutan lindung dan pemukiman warga.
Penolakan dari masyarakat dan kelompok lingkungan hidup menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan tambang di Trenggalek.
Banyuwangi: Tambang Tujuh Bukit ( Tumpang Pitu )
Salah satu tambang emas terbesar di Indonesia saat ini berada di Tumpang Pitu, Banyuwangi Selatan, yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Tambang ini telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu dan menghasilkan ribuan kilogram emas setiap tahunnya.
Meski memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), proyek ini juga menuai sorotan karena dampak lingkungan dan kekhawatiran terhadap perubahan bentang alam, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan pesisir selatan dan kawasan rawan gempa.
Jember dan Lumajang: Potensi Emas Belum Tergarap Maksimal
Di wilayah Jember dan Lumajang, sejumlah titik juga dilaporkan memiliki indikasi mineral logam mulia. Namun hingga kini masih dalam tahap eksplorasi awal dan belum memasuki fase produksi.
Pemerintah daerah mendorong agar setiap kegiatan eksplorasi dilakukan sesuai prinsip pertambangan berkelanjutan dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan.
Pemerintah Dorong Investasi dengan Tetap Perhatikan Lingkungan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa pihaknya membuka diri terhadap investasi di sektor pertambangan emas, namun tetap menekankan pada aspek keberlanjutan, transparansi, dan partisipasi publik.
Kepala Dinas ESDM Jatim menyebut bahwa setiap izin eksplorasi dan produksi akan melewati proses evaluasi ketat.
"Kami tidak ingin pertambangan merusak lingkungan dan menimbulkan konflik sosial. Potensi ini harus dimanfaatkan secara bijak untuk kemakmuran rakyat," ujarnya.
Dengan cadangan emas yang terus terungkap dari perut bumi Jawa Timur, potensi sektor tambang emas kian terbuka lebar. Namun tantangan utama tetap ada pada keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Kalau kamu ingin versi berita ini untuk buletin daerah, tugas sekolah, atau infografik, aku bisa bantu sesuaikan gaya dan panjangnya. Perlu bantuan untuk itu?