Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Forbis Hipmi Jember : Menteri UMKM Maman Abdurahman Harapkan Usaha Besar Gandeng Industri Kecil, Dihadiri Juga Ketua UKM IKM Nusantara Jatim

Dwi Siswanto • Senin, 7 Juli 2025 | 17:13 WIB

 

Dari kiri, Ketua HIPMI Jatim, Kepala OJK Jember, Menteri UMKM RI Maman Abdurahman, Vice president Kredit Mikro Bank Jatim dan Ketua UKM IKM Nusantara Jatim. (Mega Silvia/Radar Jember)
Dari kiri, Ketua HIPMI Jatim, Kepala OJK Jember, Menteri UMKM RI Maman Abdurahman, Vice president Kredit Mikro Bank Jatim dan Ketua UKM IKM Nusantara Jatim. (Mega Silvia/Radar Jember)

HALO JEMBER - Kementerian UMKM RI terus mengembangkan strategi pemberdayaan ekonomi melalui pembentukan UMKM Holding. Ini dinyatakan Menteri UMKM RI Maman Abdurahman secara langsung dalam Forbis Hipmi Jember di Aula Bank Jatim, Sabtu (5/7).

Dalam acara Forbis HIPMI Jember 2025 turut mengundang pemateri seperti Ketua HIPMI Jatim Ahmad Salim Assegaf, Kepala OJK Jember Mohammad Mufid.

Selain itu terlihat Menteri UMKM RI Maman Abdurahman dan Vice president Kredit Mikro Bank Jatim Kamiliah. Diskusi Forbis itu juga dibuka oleh Ketua UKM IKM Nusantara Jatim Rendra Wirawan. Peserta terlihat antusias dan menyimak penjelasan yang disampaikan oleh pemateri.

Maman menyampaikan, program UMKM Holding didesain untuk mengonsolidasikan pelaku usaha mikro dalam satu sistem terintegrasi yang berorientasi pasar dan mampu menarik dukungan pembiayaan.

"Kalau secara teori ekonomi itu namanya inclusive business system," paparnya.

Dalam penjelasannya, Maman mencontohkan model UMKM Holding yang telah berjalan di Mitra Tani 27 Jember. Contoh nyata usaha yang telah melibatkan lima ratusan petani dan 80 UMKM. Masing-masing UMKM menyerap tenaga pekerja.

"Itu salah satu konsep yang bagus sekali sudah berjalan pemberdayaan dari hulu sampai ke hilir,” jelasnya.

Maman menyebutkan bahwa konsep ini tidak hanya ditujukan bagi UMKM yang sudah mapan, tetapi juga bisa dipakai di daerah lain yang belum memiliki ekosistem terstruktur. Pembiayaan hingga distribusi pasarnya juga turut didorong. "Supaya lebih meningkat," ujarnya.

Salah satu prinsip utama dalam UMKM Holding adalah kehadiran jaminan pembeli yang menjadi penghubung antara petani, UMKM, dan pasar. Hal ini juga penting untuk membuka akses permodalan dari lembaga keuangan.

“Prinsip dasarnya adalah membuat satu aggregator ataupun ada UMKM yang mungkin dia sudah matang. Dia mengkoordinir, mengumpulkan UMKM menjadi satu sebagai tim," urainya.

Dengan menjalin kemitraan, kata dia, bisa memuluskan UMKM mendapatkan kredit bank. Sebab jaminan pembelinya sudah jelas.

"Karena harus dipahami, bank tidak bisa sembarangan mencatut biaya kredit begitu saja kalau tidak ada jaminan off taker," ulas Maman.

Sementara, Vice president Kredit Mikro Bank Jatim, Kamiliah mengatakan, inginkan UMKM di Jawa Timur ini naik kelas. Dari yang awalnya berjualan di daerah sekitar, naik ke nasional, hingga tembus pasar internasional.

“Agar naik kelas itu tidak mudah, harus ada perjuangan termasuk mengikuti pelatihan hingga meningkatkan kualitas produk,” terangnya.

Ketua UKM IKM Nusantara Jatim, Rendra Wirawan, mengatakan, perlu adanya data base UKM ataupun IKM yang benar dan tepat.

Agar negara itu tahu bagaimana kekuatan UKM dan IKM dan selanjutnya mengeluarkan kebijakan yang tepat pula.

“Dengan satu data base itu punya kekuatan bersama dan menyelesaikan bersama persoalan UKM dan IKM,” paparnya.

Sementara, Pj Ketua HIPMI Jember, Yoga Satria, mengadakan forum bisnis ini sebagai wadah aspirasi kebutuhan pelaku usaha atau UMKM.

“Harapannya dalam forum ini, kebutuhan pelaku usaha ini terpenuhi dan terjawab,” harapnya.

Tak hanya diskusi interaktif dalam kegiatan itu peserta juga dapat mengkuti bisnis matching.

”Jadi bisnis matching ini harapannya pelaku usaha kebutuhan-kebutuhannya itu bisa terpenuhi,” ujarnya.

Yoga menjelaskan bahwa para pelaku usaha harus bisa beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi tantangan.

Menurutnya kehadiran AI menjadi tantangan baru bagi para pelaku usaha.

Baca Juga: Pastikan Sekolah di Jember Bebas dari Rokok, Sekretaris DPRD Indi Naidha Minta Pemerintah dan Sekolah Lakukan Hal Ini

“Jadi teknologi AI mulai masuk dan kita harus bisa pintar-pintar memanfaatkan seperti itu. Nah, salah satu kegiatan ini sedikit memberikan gambaran menurut saya bahwa pemanfaatan AI itu, oh kita bisa memanfaatkan di sisi pemasaran,” terangnya. (sil/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#hipmi jember #ojk jember #kredit #bank jatim #hipmi jatim #Menteri umkm