Ini Penjelasan KAI setelah Bupati Jember Gus Fawait Mencak-Mencak Saat Sidak di Perlintasan kereta di Rambipuji di Jalan Nasional Jember - Surabaya
Dwi Siswanto• Kamis, 10 Juli 2025 | 08:37 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat sidak di perlintasan KA di Pecoro, Rambipuji. Pj Sekda Jember Jupriono juga ikut geram.
Halo Jember - PT Kereta Api Indonesia atau KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memberikan penjelasan menyusul insiden sidak yang dilakukan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait di perlintasan sebidang Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Senin (7/7/2025).
Dalam sidak tersebut, sempat terjadi ketegangan antara Bupati Gus Fawait dengan staf KAI Jember.
Asisten Manajer Hukum KAI Daop 9 Jember, Yulianto Setyo Nugroho mengatakan permasalahan utama terkait perlintasan sebidang di Pecoro ini dikembalikan ke peraturan.
"Kami kembalikan pada ketentuan yang berlaku, yakni Permenhub Nomor 94 Tahun 2018. Di sana jelas diatur bahwa tanggung jawab perlintasan menyesuaikan dengan status jalan," tegas Setyo.
Ia menambahkan, KAI baru akan mengambil alih tanggung jawab perbaikan bila kerusakan diakibatkan oleh aktivitas perkeretaapian.
"Kecuali ada satu, perbaikan geometri dari KAI yang menyebabkan aspal rusak, itu menjadi tanggung jawab kami.
Namun, sepengetahuan saya, selama ini belum ada perbaikan jalan yang dilakukan KAI di lokasi tersebut. Maka secara regulasi, tanggung jawab tetap berada di pemilik jalan," paparnya.
Setyo juga mengakui pihaknya telah menerima surat koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Jember terkait kondisi perlintasan tersebut.
Namun, ia menyebut surat tersebut baru diterima belakangan.
"Betul, surat koordinasi sudah kami terima, namun memang datangnya cukup terlambat. Meski demikian, kami tetap terbuka dan terus berkoordinasi," ujarnya.
KAI menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama di setiap perlintasan, baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
"Intinya, kita tetap mengedepankan keselamatan bersama. Koordinasi dan komunikasi tetap kami buka agar solusi terbaik bisa dicapai bersama," pungkas Setyo.
Sidak yang dilakukan GusFawait itu setelah banyaknya keluhan dan aduan masyarakat terkait perlintasan kereta yang sering menimbulkan korban kecelakaan.
Keluhan itu masuk dalam Wadul Gus'e yang juga diterima oleh Gus Fawait.
Bupati Jember Muhammad Fawait langsung mengerahkan Tim URC guna memperbaiki jalan. Namun saat perbaikan jalan di perlintasan itu diwarnai aksi ketegangan.
Ini terjadi antara pemerintah daerah dengan utusan pihak PT KAI Daop 9 Jember, di perlintasan KA Pecoro.
Bupati Fawait geram lantaran sejumlah petugas dari PT KAI mempertanyakan maksud pemerintah daerah yang dirasa ujuk-ujuk memperbaiki perlintasan KA Pecoro tersebut tanpa ada koordinasi lebih lanjut.
Padahal Gus Fawait menegaskan sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan berkirim surat ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan ke PT KAI.
Akan tetapi, belum ada tindakan konkret di lapangan.
"Kami harus koordinasi berapa lama lagi? Saya dari tadi ngomong baik-baik, saya sampaikan besok atau lusa harus ada tindakan konkret," ucapnya geram, kepada sejumlah petugas dari PT KAI, di lokasi.
bahwa Pemkab Jember sebelumnya telah bersurat kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan PT KAI, pada 28 Mei lalu.
Namun hal itu sepertinya belum mendapatkan jawaban yang diharapkan karena alur birokrasi yang cukup panjang.
"Memang kalau bukan kewenangan kami, perlu waktu untuk berkoordinasi. Tapi kalau kelamaan koordinasinya, ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan keselamatan warga, kami harus turun langsung," tambahnya