Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Setelah Bupati Gus Fawait Marah-Marah Saat Sidak di Pecoro, Pengaspalan di Perlintasan Kereta Dilanjutkan di Garahan Arah Gumitir, INI Respon Dishub

Dwi Siswanto • Jumat, 11 Juli 2025 | 00:16 WIB

 

MAULANA/RADAR JEMBER  AKHIRNYA DIPERBAIKI: Pengaspalan di perlintasan kereta api sebidang, di JPL 30, arah Jember - Banyuwangi, via Gumitir, Rabu petang (9/7). Tepatnya di Desa Garahan Kecamatan Silo,
MAULANA/RADAR JEMBER AKHIRNYA DIPERBAIKI: Pengaspalan di perlintasan kereta api sebidang, di JPL 30, arah Jember - Banyuwangi, via Gumitir, Rabu petang (9/7). Tepatnya di Desa Garahan Kecamatan Silo,
HALO JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait yang sempat bersitegang dengan salah satu staff PT KAI Daop 9 Jember, saat ia mengerahkan tim URC untuk memperbaiki kerusakan jalan di perlintasan kereta api Pecoro, Rambipuji, Senin (7/7). Rupanya masih berlanjut.

Kelanjutannya, yaitu tim utusan bupati itu tetap melanjutkan perbaikan jalan yang dilewati rel kereta api.

Tidak sekedar mengerahkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang fokus pada pekerjaan dan perbaikan jalan.

Dinas Perhubungan atau Dishub Jember juga turun langsung memantau perbaikan jalan perlintasan sebidang tersebut.  

Perlintasan sebidang atau jalan yang dilalui rel kereta api yang diperbaiki adalah di Garahan yaitu jalan nasional yang menuju Gumitir dan Banyuwangi.  

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono menyebut, perbaikan ini berangkat dari banyaknya keluhan masyarakat yang masuk ke saluran Wadul Guse, kanal aduan besutan Bupati Jember Muhammad Fawait.

"Baik itu keluhan langsung yang masuk ke kami maupun yang masuk ke Wadul Guse, Alhamdulillah kami tindaklanjuti sore ini," kata Gatot, saat ditemui di lokasi (9/7).

 Sebelum diaspal, kondisi perlintasan KA di JPL 30 Garahan itu cukup mengkhawatirkan.

Selain lubang yang menganga, juga posisi rel kereta api yang melengkung dengan ketinggian yang berbeda.

Sehingga sangat membahayakan pengguna jalan, lebih-lebih saat hujan karena licin.

Bahkan tidak sedikit masyarakat yang sudah menjadi korban lantaran tergelincir saat melewati perlintasan di JPL 30 itu.

Baca Juga: Ini Penjelasan KAI setelah Bupati Jember Gus Fawait Mencak-Mencak Saat Sidak di Perlintasan kereta di Rambipuji di Jalan Nasional Jember - Surabaya

"Kalau lihat kondisinya tadi memang sangat parah, makanya pengaspalan ini dilakukan seluas sekitar delapan meter persegi," imbuh dia.

Gatot menambahkan, pengaspalan itu merupakan kelanjutan dari upaya serupa yang sebelumnya dipimpin langsung oleh Bupati Fawait, di perlintasan KA Pecoro, Desa Pecoro, Kecamatan Bangsalsari.

Selain perlintasan Pecoro dan Garahan, ada dua perlintasan KA lagi yang menjadi keluhan masyarakat dan menyusul untuk diperbaiki.

Yakni perlintasan di Desa Yosorati Sumberbaru, dan di Desa Pondokdalem, Semboro.

"Jadi masih ada beberapa titik lagi yang akan kami selesaikan dalam beberapa hari ke depan," tambah Gatot.

Selain Dinas Perhubungan, perbaikan yang diturunkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) saat itu juga melibatkan unsur dari Satlantas, TNI, Muspika setempat, dan didampingi dari KAI.

Vice President PT KAI Daop 9 Jember Hengky Prasetyo menyebut, perbaikan perlintasan kereta api pada kedua sisi rel yang tingginya berbeda, perlu memperhatikan spesifikasi teknis.

Karena itu ia turun langsung melakukan pendampingan.

"Kebetulan JPL 30 Garahan ini berada di lengkungan, relnya beda tinggi, ini teknik sekali, dan harus ada alur roda kereta api, sehingga perbaikan sebidang ini ada pendampingan dari tim teknis kami, agar aman untuk perjalanan kereta api," katanya.

Hengky mengaku akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk BBPJN, untuk perbaikan lainnya.

Selebihnya, ia hanya memastikan perbaikan tidak akan mengganggu perjalanan kereta api.

"Kami gunakan jendela kerja, kami plot jamnya sehingga tidak mengganggu perjalanan kereta api," tambah dia.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait sempat bersitegang dengan salah satu utusan PT KAI Daop 9 Jember, saat ia mengerahkan tim URC untuk memperbaiki kerusakan jalan di perlintasan kereta api Pecoro, Rambipuji, (7/7).

Bupati Fawait geram lantaran ia dianggap ujug-ujug memperbaiki tanpa lebih dulu berkoordinasi dengan KAI, meski ia telah bersurat sejak 29 Mei kemarin.

Namun tak memperoleh respon. Ia lalu mengultimatum KAI dan BBPJN sekaligus. Jika perbaikan berikutnya tidak digubris. (mau/dwi)

 

Editor : Dwi Siswanto
#Gus Fawait #KAI Daop 9 Jember #jember #rel kereta api #bupati jember