Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

PKL Pasar Kepatihan dan Gladak Kembar Makin Sulit Diatur: Sudah Melewati Jam Berjualan, tapi Tetap Bertahan, Polisi Turun Tangan

Sidkin • Jumat, 11 Juli 2025 | 04:27 WIB
Anggota Satlantas Polres Jember memperingati PKL yang berjualan di trotoar Jembatan Gladak Kembar, karena kondisi jalan sudah mulai dipadati kendaraan, Kamis (10/7).
Anggota Satlantas Polres Jember memperingati PKL yang berjualan di trotoar Jembatan Gladak Kembar, karena kondisi jalan sudah mulai dipadati kendaraan, Kamis (10/7).

KEPATIHAN, Halo Jember – Jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Kepatihan terus bertambah.

Bahkan, mereka tak kunjung mengemasi barang dagangannya walau kondisi Jalan A Yani mulai banyak kendaraan yang melintas.

Apalagi, para PKL berjualan di trotoar Jembatan Gladak Kembar. Bahkan, mereka sampai ada yang berjualan di Jalan Letjen Suprapto.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Kamis pagi (10/7), pada pukul 07.00 WIB, masih ada PKL Pasar Kepatihan yang berjualan.

Ada juga pedagang yang masih berjualan pukul 07.30. Bahkan, ada yang bertahan hingga pukul 08.00 yaitu pedagang daging ayam di sekitar lampu lalu lintas di Jalan Letjen Suprapto.

Kanit Turjawali Polres Jember, Ipda Oeny Angga Mahendra mengatakan, sebenarnya PKL harus sesuai ketentuan untuk mengemasi lapak dagangannya.

Yakni sekitar pukul 06.30 WIB.

Alasannya, lanjutnya, jalan tersebut cukup padat kendaraan bermotor. Apalagi, mereka berjualan di Jembatan Gladak Kembar.

Kondisi tersebut diperparah oleh pembeli yang sampai melawan arus.

“Trotoar di Jembatan Gladak Kembar dipakai jualan. Belum motor pembeli yang parkir di dekat trotoar. Itu sudah memakai berapa meter jalan. Jadi itu memicu kemacetan saat jam berangkat sekolah,” jelasnya. (jum/dwi)

Editor : Sidkin
#pkl #jember #tak taat aturan #Satlantas Polres Jember