KALIWATES, Halo Jember - Sebanyak 3.078 mahasiswa dan 124 dosen pembimbing lapangan diterjunkan dalam program KKN Kolaboratif 2025.
Kegiatan ini secara resmi dilepas langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait di Alun-Alun Jember, Kamis pagi (17/7/2025).
KKN Kolaboratif yang mengusung tema desa-kelurahan cerdas, inklusif, dan tangguh atau KKN Desa Cinta ini, melibatkan 16 perguruan tinggi negeri dan swasta, plus satu kampus luar Jember, yaitu Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim.
Mereka diterjunkan di 240 desa/kelurahan di Jember, terhitung mulai 17 Juli hingga 22 Agustus 2025.
Di hadapan ribuan mahasiswa, Gus Fawait menyampaikan bahwa Jember merupakan daerah dengan jumlah penduduk miskin terbesar kedua se-Jatim.
Itu tersebar di pinggiran desa, kebun, pantai dan hutan. Bahkan kemiskinan ekstrim Jember juga terbanyak se-Jatim.
Menurutnya, kemiskinan akut itu melahirkan ragam masalah krusial. Mulai dari tingginya angka stunting, kematian ibu dan bayi, hingga sederet permasalahan lain yang menyertai.
"Karena itu saya minta tolong, kepada adik-adik mahasiswa semua agar membantu Pemkab Jember menangani kemiskinan dengan berbagai cara," pintanya.
Ia juga mengemukakan bahwa penanganan kemiskinan dalam jangka pendek, menyisakan pekerjaan rumah berupa banyaknya data kemiskinan dari berbagai versi. Hal itulah yang membedakan jumlah penduduk miskin.
Karena itu, lanjut dia, pemerintah pusat telah meluncurkan satu data, melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memastikan data lebih akurat.
"Kami memohon bantuan adik-adik mahasiswa ini untuk membantu melakukan verifikasi di desa-desa. Sehingga ke depan ketika pemerintah memberikan bantuan bisa tepat sasaran," bebernya.
Selain itu, ia mengemukakan penanganan kemiskinan jangka menengah melalui pembangunan infrastruktur.
Mulai rencana reaktivasi bandara, revitalisasi pasar, rencana flyover atau underpass perempatan Mangli, dan lainnya.
Sementara jangka panjang, Gus Fawait meyakinkan satu-satunya jalan yang tepat yakni melalui jalur pendidikan.
Melalui program beasiswa kuliah Pemkab Jember untuk 20.000 mahasiswa yang merupakan pemberian beasiswa terbesar dalam sejarah di Jember.
"Kami mohon bantuan adik-adik mahasiswa, saat datang ke desa-desa, saya minta tulari semangat menuntut ilmu. Kadang yang tidak mau kuliah bukan karena biaya, tapi karena tidak ada keinginan," pintanya kepada ribuan mahasiswa.
Ia juga mengharapkan mahasiswa memantau berjalannya pelayanan publik di desa-desa, puskesmas, kecamatan, hingga institusi pemerintahan.
Ia mempersilakan melaporkan ke Saluran Wadul Guse jika mendapati ada keluhan atau aspirasi.
"Selamat bertugas. Jaga nama baik almamater kampus masing-masing. Bikinlah almamater bangga dengan prestasi di daerah penugasan masing-masing," pungkas Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Sidkin