Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Krisis BBM berakhir, SENIN Besok, Sekolah di Jember Kembali Masuk, Bupati Gus Fawait Resmi Cabut SE WFH dan Sekolah Daring saat di Wisata Rembangan

Dwi Siswanto • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 02:22 WIB

KEMBALI NORMAL: Bupati Jember Muhammad Fawait saat menyampaikan press release yang mencabut SE sekolah daring dan WFH bagi ASN, di Puncak Rembangan. (MAULANA/RADAR JEMBER)
KEMBALI NORMAL: Bupati Jember Muhammad Fawait saat menyampaikan press release yang mencabut SE sekolah daring dan WFH bagi ASN, di Puncak Rembangan. (MAULANA/RADAR JEMBER)

HALO JEMBER - Pencabutan Surat Edaran (SE) Bupati Jember tentang penyesuaian pelaksanaan tugas pegawai negeri sipil (PNS) dan pembelajaran daring akibat kelangkaan BBM diumumkan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, Jumat malam (1/8).

Bertempat di Puncak Rembangan, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Fawait menyampaikan bahwa kebijakan itu tidak lagi berlaku mulai Senin (4/8).

"Kami mendapat laporan kondisi BBM sudah kembali normal dan aman. Maka, mulai Senin depan, pegawai yang WFH dan pembelajaran secara online, kami kembalikan sedia kala. Pembelajaran tetap di sekolah-sekolah dan pegawai masuk kantor seperti sedia kala," ujar Bupati Jember Gus Fawait

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Ikuti Peluncuran Koperasi Merah Putih secara Daring, Pastikan KMP Dukung Penyerapan Gabah dan MBG

Pencabutan SE ini dilakukan seiring membaiknya situasi distribusi BBM dan terurainya antrean panjang di sejumlah SPBU di Jember.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Hadi Mulyono menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Pemkab Jember diharapkan mengikuti kebijakan terbaru ini.

“Per hari ini (Sabtu malam, Red) SE dicabut. Artinya semua jenjang PAUD, SD, dan SMP mulai masuk tatap muka Senin depan. Harapannya ini dipatuhi semuanya,” katanya.

Baca Juga: Lockdown Jilid Dua? Bukan Karena Virus, Tapi SPBU, Opini : Nur Nafisa Salsabila, Mahasiswa Universitas Moch. Sroedji Jember

Hadi menambahkan, selama masa pembelajaran daring, tidak ditemukan kendala berarti. Menurutnya, setiap sekolah sudah terbiasa dengan sistem daring sejak pandemi Covid-19.

“Karena fasilitas, jaringan, dan lainnya sudah siap, jadi langsung bisa beradaptasi,” pungkasnya. (kin/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#Gus Fawait #jember #rembangan #sekolah daring #krisis bbm