Gumitir Ditutup Total : KA Pandanwangi Tambah Stasiun Pemberhentian. Berikut Enam Stasiun Pemberhentian KA Pandanwangi Jember - Banyuwangi PP
Dwi Siswanto• Jumat, 8 Agustus 2025 | 00:30 WIB
MENGARAHKAN: Petugas langsir (PLR) memandu masinis merangkaikan lokomotif ke jalur rangkaian kereta api di Stasiun Jember. (MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)
HALO Jember – KA Pandanwangi pertama kali beroperasi pada tahun 2006 sebagai layanan kereta api lokal yang menghubungkan Stasiun Jember dengan Stasiun Ketapang, Banyuwangi.
Kereta ini dihadirkan sebagai solusi transportasi terjangkau bagi masyarakat di wilayah timur Jawa Timur, khususnya di sepanjang jalur Jember–Banyuwangi yang didominasi daerah pedesaan dan pegunungan.
Nama Pandanwangi diambil dari salah satu varietas padi unggulan khas Banyuwangi yang harum dan menjadi simbol ketahanan pangan lokal.
Seiring waktu, KA Pandanwangi menjadi pilihan utama warga untuk mobilitas harian karena tarifnya yang murah dan jadwal yang cukup padat.
Kereta ini juga kerap dimanfaatkan oleh pelajar, pedagang kecil, dan pekerja antar kota.
Meski termasuk kategori kereta lokal, layanan KA Pandanwangi terus meningkat dari sisi kenyamanan dan ketepatan waktu. Dengan ditambahnya stasiun pemberhentian ini, KA Pandanwangi kini makin memperkuat perannya sebagai tulang punggung transportasi publik di jalur timur Jawa Timur.
Permintaan masyarakat untuk menambah pemberhentian kereta di sejumlah stasiun kecil akhirnya dikabulkan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember resmi menambah enam stasiun pemberhentian untuk KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang pulang pergi (PP).
Penyesuaian layanan ini dilakukan menyusul penutupan jalur Gumitir akibat perbaikan jalan.
Enam stasiun tambahan tersebut adalah Stasiun Ledokombo, Sempolan, Garahan, Glenmore, Sumberwadung, dan Argopuro. Kebijakan ini berlaku sementara mulai Senin, 11 Agustus hingga 30 September 2025, dan akan dievaluasi secara berkala.
"Pelaksanaan ini akan terus dipantau dan dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan," ungkap Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, dalam keterangan resmi, kemarin (6/8).
Dengan adanya tambahan ini, masyarakat di sekitar enam stasiun tersebut kini memiliki akses transportasi yang lebih mudah menuju Jember, Kalibaru, dan Banyuwangi.
Cahyo menjelaskan bahwa penyesuaian layanan ini merupakan langkah cepat dan responsif menghadapi kondisi darurat penutupan jalur darat di kawasan Gumitir.
“Kebijakan ini bersifat sementara, sebagai bentuk empati dan dukungan nyata KAI terhadap mobilitas masyarakat, khususnya mereka yang selama ini menggantungkan aktivitas harian pada jalur darat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggapan atas aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah yang menginginkan moda transportasi alternatif selama masa perbaikan jalur Gumitir.
Seluruh penyesuaian, lanjut Cahyo, telah dilakukan dengan koordinasi intensif bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian serta pihak terkait lainnya.
"KAI berkomitmen memberikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, termasuk dalam kondisi darurat seperti sekarang," tegasnya.
Sarana dan prasarana di enam stasiun tambahan tersebut telah dipastikan siap beroperasi. Termasuk kesiapan petugas yang telah disesuaikan dengan perizinan dan standar pelayanan minimum yang berlaku.