Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Merdeka Harga Mati ! Lomba Baca Puisi yang Menggema di Museum Telu Jember

Dwi Siswanto • Minggu, 17 Agustus 2025 | 15:00 WIB

 

Lomba baca Puisi di Museum Telu Jember
Lomba baca Puisi di Museum Telu Jember

HALO JEMBER, Radar Jember - Merdeka harga mati! Merdeka harga mati, merdeka harga mati. Potongan bait dari puisi Saya Indonesia, Saya Pancasila karya Asty Kusumadewi menggema lantang di halaman Museum Telu, Jember, kemarin (16/8).

Suara itu datang dari generasi muda yang penuh semangat, mengikuti lomba baca puisi dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Satu per satu peserta membacakan puisi dengan tema kemerdekaan dengan penuh penghayatan. Ada yang membacakan karya Chairil Anwar berjudul Karawang-Bekasi, ada pula yang menyuarakan Merdeka Harga Mati karya Muhammad Yamin.

Tepuk tangan mengiringi setiap penampilan, menambah semarak suasana di H-1 peringatan HUT ke-80 RI tersebut

Photo
Photo

Tak hanya peserta, lomba ini juga menyita perhatian warga yang kebetulan melintas. Sebab, sudah jarang mereka melihat ada puisi pada moment Agustusan.

Kepala Museum Telu Jember, Priwahyu Hartanti
Kepala Museum Telu Jember, Priwahyu Hartanti

“Kami ingin membudayakan budaya kita, yaitu puisi. Lomba ini sekaligus untuk menyambut Hari Puisi Indonesia pada 27 Juli lalu,” jelasnya.

Total ada 27 peserta dari berbagai jenjang, mulai dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Uniknya, empat di antaranya adalah tunanetra. “Kami ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui karya sastra,” imbuhnya.

Kurator Museum Telu, Ade Shodiq Permana, menambahkan bahwa museum yang berdiri awal 2025 itu memiliki komitmen kuat sebagai ruang belajar publik.

“Fungsi museum tidak sekadar menyimpan benda-benda. Museum adalah wahana edukatif dan rekreatif,” ujarnya.

Menurut Ade, Museum Telu terus berupaya memberdayakan budaya sejarah dan merespons kondisi sosial sekitar.

“Momentum Agustusan ini kami respon dengan lomba baca puisi. Ini bagian dari tanggung jawab museum ke publik dalam hal edukasi dan ilmu pengetahuan,” tegasnya. (dhi/dwi)

 

Editor : Dwi Siswanto
#jember #puisi #merdeka harga mati #Lomba baca puisi #Museum Telu