JEMBER, Halo Jember - Kecelakaan maut terjadi di Jalur Lintas Selatan (JLS) Jember–Lumajang, tepatnya di Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Sabtu (16/8) siang. Berikut fakta-faktanya.
Roda Tiga vs Tronton
Kecelakaan itu melibatkan kendaraan roda tiga jenis Tossa Triseda bernopol N 2314 YBD dengan sebuah truk tronton bernopol AE 8498 NI.
Tossa yang dikemudikan Novan, 16, warga Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.
Sementara truk tronton dikemudikan Darul Arafat, 37, warga Blitar.
Berisi 10 Remaja
Novan membawa sembilan temannya yang rata-rata juga berusia 16 tahun. Sehingga ada 10 orang di atas kendaraan itu.
Mereka baru saja pulang dari kopi darat (kopdar) bermain layangan sowangan berukuran besar di kawasan JLS Puger.
Sesampainya di jalan menikung, Tossa yang kelebihan muatan hilang kendali dan melaju lurus ke jalur berlawanan.
Terguling dan Langsung Terbakar
Kendaraan itu langsung bertabrakan dengan truk tronton yang sedang menuju Pabrik Semen di Puger.
Benturan keras menyebabkan Tossa terguling dan terbakar.
Sementara para penumpangnya terlempar ke jalan.
4 Meninggal, 6 Luka-Luka
Sebanyak empat remaja meninggal dunia dalam peristiwa ini, salah satunya Novan yang mengemudikan kendaraan roda tiga tersebut.
Korban lain, Fatah Annur Rozzak, sempat menjalani perawatan di rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara enam korban lainnya mengalami luka berat dan luka bakar, sebagian besar dirujuk ke RSUD dr Haryoto Lumajang.
“Terjadinya kecelakaan itu karena Tossa yang bukan diperuntukkan untuk mengangkut orang,” ungkap IPDA Tommy Nur Alamsyah, Kanit Laka Satlantas Polres Jember.
Meninggal Seusai Bermain Layangan
Dia mengatakan, para korban itu hendak pulang ke Lumajang.
“Mereka hendak pulang ke Lumajang setelah main layang-layang di Puger,” jelasnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kendaraan roda tiga sejenis Tossa sejatinya hanya diperuntukkan mengangkut barang, bukan penumpang. (kin)
Editor : Sidkin