Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Setelah 4 Dekade, Rel dan Bantalan Baru Terpasang di Perlintasan Arjasa Jember

Sidkin • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 21:50 WIB
KA melintas di JPL Arjasa Jember. Setelah terbangun empat dekade lalu, pemasangan rel dan bantaran baru akhirnya dilakukan.
KA melintas di JPL Arjasa Jember. Setelah terbangun empat dekade lalu, pemasangan rel dan bantaran baru akhirnya dilakukan.

JEMBER, Halo Jember -  Setelah 4 dekade, rel dan bantalan baru terpasang di Perlintasan Arjasa Jember.

Setelah sempat ditutup selama 7 jam sejak Kamis (21/8) pukul 22.00 hingga Jumat (22/8) pukul 05.00, jalan poros lintas kabupaten yang menghubungkan antara Kabupaten Jember dan Bondowoso, telah dibuka kembali.

Proses pengerjaan pemasangan rel, bantalan, dan box culvert telah selesai dilakukan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya DJKA tanpa halangan berarti.

Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta menyebutkan, koordinasi antarinstansi yang solid dan kerja cepat para pekerja menjadi faktor utama dalam proses pengerjaan penggantian rel di JPL 163 ini.

“Dengan koordinasi lintas sektor yang baik untuk memajukan Kabupaten Jember, maka kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan sukses. Semua pihak bersinergi baik dalam sosialisasi hingga pengaturan lalu lintas pada saat pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

Pengerjaan peningkatan jalur KA yang melintasi Jalan Raya Bondowoso-Jember ini dimulai dengan memasang rambu larangan melintas bagi kendaraan di lokasi pengerjaan.

Kemudian jalan aspal dibongkar dengan tujuan untuk memasang rel baru, bantalan, dan box culvert untuk kawat sinyal Stasiun Arjasa.

Pemasangan ini memerlukan penutupan total jalan raya. "Karena rel baru sepanjang 25 meter akan dipasang bersisian dengan rel lama," imbuhnya.

Setelah pemasangan rel dan bantalan selesai, jalan diurug kembali menggunakan ballast bag sembari menunggu proses pemadatan selesai untuk diaspal pada Jumat (22/8) malam.

Sedangkan pembongkaran rel lama nantinya akan dilakukan setelah jalur baru antara Stasiun Jember sampai Kalisat telah terpasang.

Peningkatan jalur KA antara Stasiun Jember hingga Kalisat merupakan pengerjaan multiyear yang dilakukan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya untuk mendukung pembangunan yang merata.

Nantinya, jalur rel yang ada di Kabupaten Jember akan mempunyai standar yang sama dengan jalur lain yang ada di lintas raya di Pulau Jawa.

Sehingga dapat dipacu hingga kecepatan 100 kilometer per jam dengan dibarengi peningkatan keselamatan terutama di perlintasan sebidang.

Lebih lanjut, Vecga juga menyebutkan, pemasangan rel ini bukan pengerjaan terakhir dalam rangkaian proses peningkatan jalur KA Jember-Kalisat.

“Kami juga berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan dengan membangun 5 pos jaga JPL baru dalam proyek ini. Harapan kita bersama, upgrade rel ini sekaligus upgrade keselamatan baik untuk kereta api maupun pengguna jalan.” tutupnya.

Untuk diketahui, jalur kereta api yang melintasi Kabupaten Jember adalah segmen jalur yang dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda Staatsspoorwegen dalam proyek jalur rel lintas raya Surabaya Kota-Kalisat-Panarukan pada 1897.

Jalur ini, hingga kini masih menjadi urat nadi utama dalam simpul transportasi berbasis rel yang melintasi Jawa Timur.

Jalur ini bercabang menjadi dua di Stasiun Kalisat: lintas utama melintasi Bondowoso, Situbondo, hingga Panarukan; sedangkan lintas cabangnya membelah Gunung Gumitir hingga ke Stasiun Banyuwangi Lama, sebelum pada tahun 1985 dibangun jalur menuju Stasiun Ketapang. (kin)

 

Editor : Sidkin
#Perbaikan Rel #jember #DJKA #perlintasan rel #Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya