Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengapa SMKN 4 Jember Terapkan Pembelajaran Daring? Ini Penjelasan Kepala Sekolah

Sidkin • Rabu, 3 September 2025 | 04:00 WIB
Salah seorang guru SMKN 4 Jember mengajar daring ke siswa.  Sekolah ini satu-satunya yang menerapkan KBM daring mengantisipasi situasi kondisi saat Ini.
Salah seorang guru SMKN 4 Jember mengajar daring ke siswa. Sekolah ini satu-satunya yang menerapkan KBM daring mengantisipasi situasi kondisi saat Ini.

JEMBER, Halo Jember - Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Jember dan Lumajang memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menentukan pola pembelajaran sesuai kondisi di lapangan, apakah daring atau luring.

Sekolah yang mengambil langkah pembelajaran daring adalah SMKN 4 Jember.

Sekolah yang berada di Jalan Kartini Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Kaliwates ini menerapkan pembelajaran daring.

Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti aksi massa.

Sebab, lokasi sekolah ini berdekatan dengan gedung Pemkab dan Mapolres Jember.

Kepala SMKN 4 Jember Suyadi menjelaskan, sekolah memutuskan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) daring.

Itu tertuang dalam surat pemberitahuan pembelajaran daring, Minggu (31/8).

KBM daring dilakukan selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, 1 - 2 September 2025.

Kebijakan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Cabdin dan melihat di beberapa daerah ditemukan indikasi keterlibatan siswa dalam aksi massa.

“Faktor keamanan dan keselamatan siswa, guru, dan tenaga pendidik yang jadi pertimbangan kami, karena sekolah kami dekat dengan kantor Pemkab Jember dan Polres,” terangnya.

Yadi menjelaskan, pembelajaran daring ini bersifat sementara. Nantinya akan dievaluasi lebih lanjut.

Semua siswa belajar dari rumah. Sementara guru tetap masuk ke sekolah.

“Orang tua kami minta mendampingi anak belajar di rumah, sekaligus mengingatkan agar tidak ikut-ikutan kerumunan yang rawan. Kami juga minta anak-anak tidak mudah terprovokasi isu yang bisa memecah-belah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabdin Wilayah Jember–Lumajang, Sugeng Trianto, menyebut, kebijakan pembelajaran, baik luring maupun daring, memang diserahkan kepada masing-masing sekolah dengan menyesuaikan kondisi.

Kebijakan ini untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, sekaligus menjaga keamanan semua warga sekolah.

“Kami minta kepala sekolah selalu waspada, tetap di lembaga, dan memonitor aktivitas siswa, guru, serta tenaga pendidik. Situasi bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga sekolah harus cepat mengambil langkah,” pungkasnya. (kin/dwi)

Editor : Sidkin
#pembelajaran daring #SMKN 4 Jember #Cabdin Jawa Timur #sekolah daring #Mapolres Jember #aksi massa #gedung pemkab