PROBOLINGGO, Halo Jember - Kebahagiaan satu keluarga yang baru saja pulang berlibur dari Bromo seketika terenggut di jalanan.
Hendra, seorang petugas kebersihan di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, bersama istrinya dan anak semata wayang, tidak pernah sampai kembali ke rumah.
Tawa mereka yang sebelumnya mengiringi perjalanan rekreasi kini berganti tangis keluarga dan kerabat yang menjemput kepulangan terakhir.
Satu keluarga yang meninggal itu adalah Hendra Pratama, 37, Wardatus Soleha (istri), 35, dan anaknya Aiza Fahrani Agustin, 7.
Menurut identitas, korban diketahui berasal dari Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember dan Desa Serut, Kecamatan Panti, Jember.
"Sangat berat menjemput jenazah Hendra, cleaning service RSBS meninggal sekeluarga bersama istri dan anaknya," ungkap Owner RS Bina Sehat Faida, Minggu (14/9/2025).
Dia menyebut, sebagian besar korban yang ikut rombongan pergi berpasangan.
"Mereka ingin rekreasi bersama keluarga namun musibah terjadi," ujar Bupati Jember 2016-2021 itu.
Dia menuturkan, korban merupakan karyawan RSBS dan keluarga.
“Saya lihat di lapangan bus pariwisata menghantam pagar besi hingga roboh,” terangnya.
Dia menambahkan, Polda Jatim langsung melakukan olah TKP saat rombongan RSBS dari Jember tiba di lokasi.
Untuk diketahui, bus pariwisata bernopol P 7221 UG itu membawa rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember. Mereka pulang berlibur dari Gunung Bromo.
Nahas, saat melintasi jalan menurun, bus berisi sekitar 55 penumpang itu diduga mengalami rem blong di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Bus yang dikemudikan Albahri, warga Kabupaten Jember, hilang kendali dan menabrak pembatas jalan hingga pagar rumah warga.
Delapan orang dikabarkan meninggal dunia. Sementara belasan lainnya luka-luka.
Rombongan jenazah dan korban luka maupun selamat tengah perjalanan pulang ke Jember. (kin)
Editor : Sidkin