HALO JEMBER – Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang dikenal dengan julukan Kota Pisang.
Julukan ini diberikan karena Lumajang merupakan penghasil pisang terbesar di Jawa Timur dengan berbagai jenis pisang, seperti pisang agung, mas kirana, ambon, dan lain-lain.
Lumajang sebagai Kota Pisang baru-baru ini memperkuat identitasnya dengan dorongan nyata dari pemerintah.
Tak hanya memperhatikan branding, Pemkab Jember juga memastikan kesejahteraan para petani dan pedagang kecil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Retno Wulan Andari mengatakan, dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi faktor penting dalam upaya penguatan branding Lumajang sebagai Kota Pisang.
Khofifah sempat membeli pisang agung dan varietas pisang lokal lainnya di Pasar Buah Ranuyoso, Lumajang pada Senin (15/9) lalu.
"Ini sebagai langkah nyata untuk mendukung usaha kecil dan membangkitkan kembali masa kejayaan Lumajang sebagai pusat produksi pisang unggulan nasional," ujarnya.
Lumajang memiliki beberapa varietas pisang unggulan yang telah mendapat pengesahan resmi dari Kementerian Pertanian.
Di antara pisang unggulan itu Pisang Agung Semeru, Pisang Agung Takun, dan Pisang Mas Kirana.
Varietas Pisang Agung dikenal dengan daya tahannya yang tinggi. Sehingga cocok untuk dijadikan oleh-oleh maupun diolah menjadi produk turunan seperti keripik pisang.
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan organisasi internasional seperti FAO serta program HDDAP Bank Dunia.
Baca Juga: Serius! Jangan Konsumsi Pisang Jika Anda Termasuk dalam Kelompok Ini
Tujuannya agar kualitas produksi pisang meningkat dan jangkauan pasarnya diperluas, hingga potensinya merambah ke pasar ekspor.
Retno menyebut bahwa langkah-langkah yang sudah diambil ini bukan sekadar soal memperindah nama saja, melainkan bagian dari usaha konkret untuk mengangkat martabat petani dan pedagang kecil serta memperkuat ekonomi lokal.
“Ini momentum untuk membangkitkan kembali keunggulan Lumajang sebagai Kota Pisang,” pungkasnya.*
Penulis: Fida Nurfauziah Mufiana
Editor : Sidkin