Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

  UPDATE MBG JEMBER: Pekan Depan Mulai Distribusi MBG Tempurejo

Dwi Siswanto • Minggu, 28 September 2025 | 17:10 WIB

 

 

LATIHAN: Tim bagian persiapan sajian makanan di dapur MBG Wonoasri Kecamatan Tempurejo mengikuti pelatihan sebelum proses distribusi berjalan. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
LATIHAN: Tim bagian persiapan sajian makanan di dapur MBG Wonoasri Kecamatan Tempurejo mengikuti pelatihan sebelum proses distribusi berjalan. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
 HALO JEMBER, Radar Jember – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, dipastikan mulai berjalan pekan depan yaitu awal Oktober

Sebanyak 4.000 porsi makanan akan diproduksi setiap hari untuk kemudian disalurkan ke sejumlah satuan pendidikan di wilayah setempat.

Kepala SPPG Wonoasri, Ahmad Saiful Rizal mengatakan, pendistribusian tidak hanya untuk sekolah di Desa Wonoasri, tetapi juga menjangkau desa sekitar.

“Selain Wonoasri, porsi makanan akan dibagikan ke sekolah-sekolah di Desa Curahnongko, Curahtakir, dan Sidodadi,” ujarnya.

Menurut Saiful, seluruh tenaga kerja yang berjumlah 50 orang sudah menjalani pembekalan intensif. Mereka dilatih mengelola dapur, menjaga kebersihan, hingga mengatur sistem distribusi agar makanan sampai tepat waktu.

“Kami ingin memastikan makanan tidak hanya bergizi, tapi juga higienis dan aman dikonsumsi anak-anak,” tegasnya.

Ia menyebut pekan depan akan menjadi momentum penting karena menjadi kali pertama dapur Wonoasri beroperasi penuh.

“Target 4.000 porsi ini memang cukup besar, tapi kami optimistis mampu mencapainya karena peralatan dan tenaga kerja sudah siap,” katanya.

Saiful juga menambahkan, keterlibatan warga memberi dampak positif bagi desa. Selain mempercepat realisasi program, warga merasa memiliki tanggung jawab bersama menjaga keberlangsungan dapur.

Distribusi makanan ke sekolah dilakukan dengan sistem terjadwal. Pihaknya menyiapkan armada dan jalur pengiriman agar tidak mengganggu aktivitas belajar.

“Kami atur sedemikian rupa supaya sekolah tetap kondusif,” jelasnya.

Dengan beroperasinya dapur di Wonoasri, diharapkan angka stunting bisa ditekan sekaligus menjaga asupan gizi anak sekolah.

“Kalau gizi anak terpenuhi sejak dini, kualitas pendidikan dan kesehatan di desa akan ikut meningkat,” pungkas Saiful. (dhi/nur)

Editor : Dwi Siswanto
#tempurejo #jember #Radar Jember #Mbg #MBG Jember