SUMENEP, Halo Jember - Gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terjadi berulang kali (gempa susulan).
Gempa terbesar dan pertama terjadi pada pukul 23.49 WIB.
Gempa dengan magnitudo 6.5 itu membuat banyak warga keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Getaran kuat itu tak hanya dirasakan warga Sumenep, melainkan juga warga Surabaya, Blitar, Malang, Jember, Lumajang, Bali, Lombok hingga Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasar rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di media sosial X, episenter gempa terletak pada koordinat 7.25 LS, 114.22 BT.
Sementara gempa terjadi di kedalaman 11 kilometer.
Setelah gempa besar itu, gempa susulan berulang kali terjadi.
Total ada sepuluh kali gempa yang tercatat oleh BMKG dalam rentang waktu satu jam.
Berikut ini rincian gempa di Sumenep
- Selasa, 30 September - 23.49 WIB - 6.5 (Utama)
- Rabu, 1 Oktober - 00.08 WIB - 3.2 M (susulan)
- Rabu, 1 Oktober - 00.11 WIB - 2.9 (susulan)
- Rabu, 1 Oktober - 00.15 WIB - 4.3 (susulan)
- Rabu, 1 Oktober - 00.27 WIB - 2.7 (susulan)
- Rabu, 1 Oktober - 00.29 WIB - 2.9 (susulan)
- Rabu, 1 Oktober - 00.41 WIB - 3.4 (susulan)
- Rabu, 1 Oktober - 00.43 WIB - 3.6 (susulan)
- Rabu, 1 Oktober - 00.49 WIB - 2.5 (susulan)
- Rabu, 1 Oktober - 00.56 WIB - 3.0 (susulan)
Gempa susulan ini memang terjadi di Kabupaten Sumenep, namun titik episentrum gempa berbeda-beda.
Kedalamannya juga berbeda. Mulai 10 kilometer hingga 26 kilometer.
Sejumlah warga Sumenep melaporkan kerusakan rumah. Dari kerusakan ringan hingga sedang.
Bahkan dilaporkan ada rumah warga di Kepulauan Sapudi, Sumenep, ambruk.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai kerusakan maupun korban jiwa.*
Editor : Sidkin