HALO JEMBER, Radar Jember – Transportasi masal masih diandalkan dalam memenuhi kebutuhan pelajar.
Tidak hanya di kota, tapi juga di perdesaan. Hal inilah yang tergambar pada angkutan sekolah gratis yang beroperasi di Kecamatan Ambulu.
Kabid Angkutan Dishub Jember, Yoyok Subagiono mengatakan, sejak peluncuran angkutan sekolah gratis pada 1 Oktober kemarin.
Pihaknya, terus melakukan pemantauan, khususnya jumlah kursi seat. Apakah banyak yang kosong, atau lebih banyak terisi.
Diketahui, kata dia, jumlah 25 seat yang tersedia di angkutan sekolah gratis tersebut banyak yang terisi. Dengan demikian, tambah Yoyok, kebermanfaatan angkutan gratis tersebut langsung terasa.
Namun, kapasitas satu armada dengan 25 kursi dinilai belum cukup untuk mengakomodasi pelajar di sepanjang rute.
“Kalau responnya besar seperti ini, tentu perlu dipertimbangkan penambahan armada. Kita akan ajukan ke Kementerian Perhubungan untuk tambahan angkutan perintis,” ungkapnya.
Yoyok menjelaskan, angkutan sekolah gratis ini adalah Program Cinta Pelajar yang lahir dari banyaknya keluhan masyarakat soal kemacetan di Ambulu.
Terutama di sekitar kawasan sekolah. Selain itu, keselamatan pelajar juga menjadi perhatian.
“Beberapa persimpangan sering macet dan rawan kecelakaan karena banyak pelajar bergerombol. Angkutan gratis ini bisa jadi solusi,” ujarnya.
Yoyok menegaskan, pihaknya akan terus mengevaluasi jalannya program. Selain mengajukan tambahan armada ke pusat, Dishub juga mendorong agar anggaran operasional masuk dalam APBD. Supaya keberlangsungan program lebih terjamin. “Targetnya siswa bisa memanfaatkan layanan ini secara optimal, dengan armada yang memadai,” pungkasnya.
Diketahui, untuk rute bus angkutan gratis ini berada di Kecamatan Ambulu. Dimulai dari Balai Desa Karanganyar menuju Jalan Ahmad Dahlan - Jalan Candradimuka - simpang tiga Glori - hingga SMP Muhammadiyah 9 Watu Kebo, lalu kembali pulang-pergi.
Sejumlah sekolah yang dilintasi antara lain SMK Pancasila, SMA Bima, SMA Negeri 1 Ambulu, SMP Negeri 1 Ambulu, dan SMP Muhammadiyah 9 Watu Kebo. (yul/dwi)
Editor : Dwi Siswanto