SOLO, HALO JEMBER - Peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi tahun 2025 kembali menjadi magnet spiritual dan sosial bagi masyarakat dari berbagai daerah hingga luar negeri. Ribuan jamaah dari berbagai kota di Indonesia, Malaysia, Singapura, Myanmar, Yaman, dan Timur Tengah memadati Kota Solo sejak Kamis (9/10) untuk mengikuti rangkaian haul yang digelar di Masjid Ar-Riyadh, Pasar Kliwon.
Acara yang berlangsung selama lima hari, mulai Kamis (9/10) hingga Senin (13/10), berisi berbagai kegiatan keagamaan seperti Khotmil Qur’an, Dzikir dan Tahlil Akbar, Doa Bersama, serta Pengajian Umum oleh ulama nasional dan internasional.
Puncak haul dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/10) dengan ribuan jamaah memenuhi kawasan sekitar Masjid Ar-Riyadh.
Ketua Panitia, KH Abdul Muiz, menjelaskan bahwa haul tahun ini mengusung tema “Meneladani Ulama, Meneguhkan Persaudaraan Umat.”
Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga simbol persatuan umat Islam lintas daerah dan bangsa.
“Setiap tahun, jumlah jamaah terus meningkat. Kami bersyukur, selain memperkuat silaturahmi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Solo dan sekitarnya,” ujarnya.
Dampak ekonomi terlihat jelas di sektor kuliner, penginapan, dan transportasi.
Okupansi hotel di kawasan Pasar Kliwon dan sekitarnya meningkat hingga 90 persen, sementara para pedagang kaki lima mengaku penjualan mereka naik dua hingga tiga kali lipat selama haul berlangsung.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Solo dan Satlantas Polresta Surakarta menerapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) selama acara. Sejumlah ruas jalan utama ditutup sementara dan arus dialihkan ke jalur alternatif.
Jalan yang ditutup sementara:
-
Jalan Kapten Mulyadi (Simpang Pasar Kliwon–Simpang Baturono), ditutup Sabtu (11/10) hingga Senin (13/10) pukul 13.00 WIB.
-
Jalan Ahmad Yani (simpang empat Kartasura hingga perempatan Ngruki).
-
Jalan Ngruki–Grogol menuju kawasan pesantren.
-
Jalan Ki Hajar Dewantara di sekitar kompleks haul.
- Baca Juga: Catat Tanggalnya! Rangkaian Haul ke-144 Habib Ali Muhammad Al Habsyi di Solo
Arus lalu lintas dialihkan melalui:
-
Dari arah utara menuju Sukoharjo dan Wonogiri, dialihkan ke Simpang Loji Wetan–Jalan Mayor Kusmanto–Jalan Jenderal Sudirman–Bundaran Gladag.
-
Jalan Slamet Riyadi (Bundaran Gladag–Simpang Nonongan) diberlakukan dua arah sementara.
-
Jalan Kiai Mojo menuju pusat kota dialihkan ke Jalan Sungai Serang–Jalan Kahar Muzakir–Jalan Brigjen Sudiarto.
-
Jalan Kahar Muzakir (Simpang Brigjen Sudiarto–Simpang Kusumodilagan) juga diberlakukan dua arah, mulai 11 Oktober pukul 13.00 WIB hingga 13 Oktober pukul 13.00 WIB.
- Baca Juga: Cerita Jemaah Haul Abu Bakar Assegaf Gresik yang Rutin Hadir Selama 30 Tahun Terakhir, Selalu Rindu Suasananya
Selain itu, car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Juanda, dan Zona Olahraga Manahan ditiadakan pada Minggu (12/10).
Dishub Solo menyiapkan 13 lokasi parkir khusus bagi jamaah dan tamu undangan, di antaranya:
-
Beteng Vastenburg (sisi timur dan barat)
-
Mako Brimob Mojo (area dalam dan depan)
-
Denbekang depan Asrama CPM Gilingan
-
PAU Pedaringan
-
Terminal Tirtonadi
-
Jalan Juanda sisi utara
-
Ndalem Joyokusuman
-
Barat Fave Hotel Solobaru
-
Barat Pandawa Solobaru
-
TMP Jurug
-
Eks Pasar Kabangan
-
Alun-alun Utara sisi timur (parkir on-street)
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan agar jamaah dan warga tetap nyaman dan aman selama pelaksanaan haul.
“Kami sudah siapkan personel di setiap titik rawan dan jalur alternatif agar arus tetap terkendali,” tegasnya.
Meski padat, suasana haul tetap berjalan tertib dan khidmat. Ribuan jamaah mengikuti doa dan zikir bersama, sementara di sisi lain masyarakat Solo menikmati berkah ekonomi dari perputaran uang yang meningkat selama acara berlangsung.
(yul)
Editor : Dwi Siswanto