Udara malam yang dingin terasa semakin berat ketika mobil ambulans berhenti di depan rumah sederhana milik keluarga salah satu santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo yang menjadi korban meninggal akibat robohnya bangunan musholla di kompleks pesantren tersebut.
Sekitar pukul 22.39, suara tangis keluarga pecah begitu pintu ambulans dibuka.
Jenazah sang santri disambut dengan doa dan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari warga yang sudah menunggu sejak malam.
Sejak kabar duka itu datang dari Polda Jatim, warga Sukorejo terus berdatangan memberikan dukungan moral bagi keluarga yang kehilangan.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember turut hadir memberikan pendampingan selama prosesi pemakaman.
“Tim berangkat sejak Jumat (10/10) malam pukul 21.00 W menuju lokasi.
Sekitar pukul 22.00 WIB mereka tiba di rumah duka, dan beberapa menit kemudian ambulans pengantar jenazah datang membawa almarhum untuk disemayamkan di kampung halamannya,” terang Kepala BPBD Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo,
Sekitar pukul 23.12 WIB, jenazah diiringi keluarga dan ratusan pelayat menuju tempat pemakaman umum desa.
Langkah-langkah pelan para pengantar diiringi lampu senter dan doa-doa lirih dari warga. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan selesai pada pukul 23.45 WIB.
Setelahnya, Tim BPBD Jember menyerahkan bantuan berupa satu paket sembako bersumber dari APBD Kabupaten Jember kepada keluarga korban.
“Kami turut berbelasungkawa. BPBD Jember hadir bukan hanya untuk membantu proses pemakaman, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga. Semoga keluarga diberi ketabahan, dan para korban diterima di sisi-Nya,” ujar Indra.
Indra menambahkan, koordinasi dilakukan bersama Polda Jatim dan perangkat desa setempat untuk memastikan proses pemulangan dan pemakaman berjalan lancar serta penuh hormat.
“Begitu ada informasi dari Polda Jatim, tim kami langsung berangkat malam itu juga. Kami ingin memastikan semuanya berjalan tertib dan aman,” imbuhnya. (dwi)
Editor : Dwi Siswanto