JENGGAWAH, Radar Jember - Penyaluran insentif atau honorarium untuk 22 ribu guru ngaji, guru kitab, dan modin, sempat dilakukan penjadwalan ulang di sejumlah desa dan kecamatan. Lantaran, terdapat sejumlah data penerima yang perlu perbaikan.
Tidak butuh waktu lama, pencairan honor sebesar Rp1,5 juta ini kembali berlanjut dan telah menyasar belasan ribu penerima manfaat.
Salah satu desa yang dilakukan penjadwalan ulang untuk penyaluran honor ini seperti di Desa Kemuningsari Kidul, dan Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah.
"Memang kemarin sempat tertunda, karena datanya belum valid. Sehingga pihak bank juga tidak berani menyalurkan," kata Camat Jenggawah, Soetjahyo.
Ia mengatakan, total ada sekitar 273 penerima, di dua desa tersebut yang penyalurannya dijadwalkan ulang, Jum'at (17/10) kemarin. "Kami terus pantau dan monitoring kelancaran penyaluran honor ini, yang jelas, data kalau sudah ada penyerahan dari Bank Jatim, itu sudah dipastikan data yang valid," tambah dia.
Terpisah, Kabag Kesra Setdakab Jember Nurul Hafid Yasin mengatakan, per tanggal 16 Oktober kemarin, jumlah total guru ngaji, guru kitab beserta modin, yang telah menerima bantuan itu sebanyak 14.600 lebih.
Jumlah itu mencapai sekitar 75 persen dari target 22 ribu penerima. "Ada beberapa hal yang itu terkendala pada proses verifikator yang belum selesai. Tapi kemarin, sebanyak 23 kecamatan sudah tersalurkan, di data kami sekitar 14 ribu 600 sekian," kata Hafid kepada Jawa Pos Radar Jember, (16/10).
Ia menjelaskan untuk penyaluran delapan kecamatan sisanya tersebut, masuk pada penyaluran tahap dua, yang dijadwalkan pada Senin dan Selasa (20-21/10). "Minggu depan mudah-mudahan 31 kecamatan insya Allah bisa terselesaikan semua. Seandainya ada yang belum, karena perbedaan nama di NIK, dalam KTP, kami selesaikan di minggu depannya juga," imbuh Hafid. (mau/dwi)
Editor : Dwi Siswanto