Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Konten Kreator Jember Ini Digeruduk Banser, Sebut Isi Konten Tak Berimbang dan Menyudutkan!

Sidkin • Minggu, 19 Oktober 2025 | 02:55 WIB
Stevanus Rivaldo (tengah) saat dimediasi oleh polisi. Dia didatangi Banser Jember karena dinilai konten tak berimbang.
Stevanus Rivaldo (tengah) saat dimediasi oleh polisi. Dia didatangi Banser Jember karena dinilai konten tak berimbang.

JEMBER, Halo Jember - Seorang konten kreator di Jember didatangi sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jember, Jumat sore, (17/10/2025).

Banser itu mendatangi rumah Stevanus Revaldo di kawasan Perumahan Rich Village, Kecamatan Patrang.

Kedatangan Banser ini dipicu oleh video berdurasi sekitar 15 menit di kanal YouTube milik Stevanus berjudul "Kenapa Trans7 Diboikot! Sini Gua Jelasin”.

Stevanus dianggap membela stasiun televisi Trans 7 yang sebelumnya menuai kontroversi karena tayangan yang dinilai merendahkan pesantren.

Wakil Komandan Satuan Banser Cabang Jember, Muhammad Irwan mengatakan, pihaknya kecewa dan menyayangkan tayangan video yang sudah ramai dan diposting oleh Stevanus.

Irwan menegaskan, pihaknya datang untuk menanyakan langsung maksud dan tujuan video tersebut.

Sebab, intonasi serta narasi yang disampaikan dalam video itu dinilai menggiring opini publik seolah-olah Trans7 tidak perlu meminta maaf atas tayangannya.

“Seakan Trans7 yang telah meminta maaf atas tayangannya itu tidak perlu. Bahkan katanya, Trans 7 itu sudah benar,” ujarnya.

Irwan menambahkan, konten tersebut membuat pihaknya kecewa karena pesantren adalah lembaga yang memiliki nilai dan tradisi tersendiri yang seharusnya dihormati.

“Pesantren punya ciri khas tersendiri yang tidak perlu disampaikan oleh oknum yang tidak tahu tradisi pesantren,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Stevanus Revaldo menjelaskan bahwa unggahan videonya tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun.

Baca Juga: Demi Menyelamatkan Kambing, Bapak dan Anak di Jember Tewas Tertimpa Barongan Bambu Saat Hujan Deras

Ia mengaku membuat konten tersebut untuk mengalihkan perhatian publik agar fokus pada isu lain yang menurutnya lebih penting.

“Konten tentang Trans 7 itu, saya minta orang-orang agar lebih fokus pada isu Undang-Undang yang dibahas DPR tentang reses,” ujarnya.

Melalui video itu, Stevan berharap masyarakat tidak terjebak dalam isu pemboikotan Trans 7 dan mulai memperhatikan persoalan kebijakan publik yang lebih substansial.

“Saya minta untuk stop membahas ini, kita lebih fokus soal Undang-Undang reses. Tetapi ternyata konten yang saya buat masih melukai hati teman-teman NU dan Banser,” ungkapnya.

Stevan pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga NU, Banser, dan masyarakat pesantren atas ucapannya dalam video tersebut.

“Mohon maaf, saya ternyata kurang bisa mengelola kata-kata yang pantas,” pungkasnya. (kin)

Editor : Sidkin
#pesantren #konten kreator #trans7 #digeruduk #banser #Trans7 kontroversi 2025