JEMBER, Halojember.jawapos.com - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap SF, 21, mahasiswi asal Kecamatan Balung, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Peristiwa tragis itu terjadi pada 14 Oktober lalu sekitar pukul 02.00 dini hari di rumah korban.
Berdasarkan informasi dari rekan dekatnya, pelaku SA, 27, memasuki kamar tidurnya melalui jendela saat korban sedang tidur lelap.
SF berusaha mempertahankan diri dengan berteriak dan melawan.
Namun SF langsung melakukan kekerasan fisik dengan mencekik leher.
Tak hanya itu, pelaku juga memukul korban yang mengakibatkan memar di wajah dan tangan mahasiswi Jember tersebut.
Dengan ancaman pembunuhan, pelaku memaksa SF yang tinggal seorang diri untuk tunduk pada kehendaknya.
Setelah melakukan kekerasan seksual itu, pelaku diduga kabur.
Pagi harinya, korban melapor ke kepala desa setempat.
Namun, respon yang diterima justru mengecewakan.
Korban menyebut kepala desa tidak memberi perlindungan.
Bahkan, pengakuan korban, kades malah menyarankan agar persoalan diselesaikan secara damai dengan tawaran dinikahi pelaku.
Sekadar untuk diketahui, SA memiliki ikatan keluarga dengan pejabat desa tersebut.
FS pun menolak, lalu melanjutkan laporan ke Polsek Balung.
Sayangnya, laporan dari mahasiswi itu pun tak segera ditindaklanjuti.
Kasus ini pun mencuat dan viral di media sosial belakangan ini.
Saat ini, pelaku masih dalam pencarian aparat kepolisian. (kin)
Editor : Sidkin