Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Bangun Sekolah Berintegritas, Dispendik Jatim Canangkan Zona WBK di Wilayah Timur Jatim. Aries Agung: Integritas Itu Budaya Kerja, Bukan Spanduk

Dwi Siswanto • Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:03 WIB

Kepala SMKN 5 Jember Nanda Wiratama Miftakhul Fauzi (kanan) bersama sejumlah kepala SMA dan SMK se Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi menandatangani Pakta Integritas.
Kepala SMKN 5 Jember Nanda Wiratama Miftakhul Fauzi (kanan) bersama sejumlah kepala SMA dan SMK se Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi menandatangani Pakta Integritas.

JEMBER – Komitmen membangun dunia pendidikan yang bersih dari praktik korupsi terus digelorakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Rabu (29/10), Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai resmi mencanangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) bagi seluruh SMA, SMK, di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.


Kegiatan ini dipusatkan di Aula SMKN 5 Jember. Pencanangan ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh kepala sekolah, termasuk Kepala SMKN 5 Jember Nanda Wiratama Miftakhul Fauzi, S.Pd., M.Pd.

Aries menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperkuat budaya kerja jujur dan akuntabel di lingkungan pendidikan.

“Saya hadir untuk memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat terbaik dalam belajar dan membentuk karakter. Zona integritas itu budaya kerja, bukan label. Integritas bukan spanduk, tapi kebiasaan kerja jujur,” tegas Aries.

Baca Juga: SMKN 5 Jember Raih Empat Kategori Juara di LKS SMK Jatim

Dalam sambutannya, Aries mengingatkan kepala sekolah agar menjadi pemimpin yang menginspirasi, bukan sekadar pejabat administratif.

Menurutnya, kepala sekolah harus turun langsung ke lapangan, memperhatikan detail kecil, serta menumbuhkan teladan disiplin dan rendah hati.

“Zero pungli, zero gratifikasi. Semua laporan keuangan harus terbuka dan terdokumentasi dengan baik. Komite sekolah adalah mitra pengawasan, bukan stempel formalitas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 5 Jember Nanda Wiratama menyambut baik pesan dan arahan kepala dinas.

Ia menilai pencanangan WBK menjadi momentum penting memperkuat tata kelola lembaga yang bersih dan transparan.

Baca Juga: Ini Pesan Kepsek SMKN 1 Jember ke Siswa PKL, Jaga Kehormatan Diri dan Jangan Takut Melapor

“Kami berkomitmen mengelola dana BOS, BPOPP, dan partisipasi masyarakat secara tertib, akuntabel, dan transparan,” ujarnya

Nanda juga menambahkan, arahan Kepala Dinas sejalan dengan penerapan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yang sudah diterapkan di sekolah.

“Sekolah yang bersih dan indah mencerminkan kepemimpinan yang kuat, serta menumbuhkan kenyamanan dan kebanggaan bagi siswa maupun guru,” katanya.

Baca Juga: Empat Siswa SMKN 5 Jember Berangkat ke Malaysia, Harumkan Nama Daerah lewat Dentuman Drum Band bersama JMB

Kegiatan ini menjadi starting point penting bagi lembaga pendidikan di Jawa Timur dalam mewujudkan satuan pendidikan yang berintegritas, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bersih dan profesional.

Editor : Dwi Siswanto
#SMKN 5 Jember #dinas pendidikan #zona integritas