JEMBER – Komitmen membangun dunia pendidikan yang bersih dari praktik korupsi terus digelorakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Rabu (29/10), Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai resmi mencanangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) bagi seluruh SMA, SMK, di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
Kegiatan ini dipusatkan di Aula SMKN 5 Jember. Pencanangan ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh eluruh kepala sekolah, termasuk Kepala SMKN 5 Jember Nanda Wiratama Miftakhul Fauzi.
Kadispendik Jatim Aries Agung menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperkuat budaya kerja jujur dan akuntabel di lingkungan pendidikan.
“Saya hadir untuk memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat terbaik dalam belajar dan membentuk karakter.
Zona integritas itu budaya kerja, bukan label. Integritas bukan spanduk, tapi kebiasaan kerja jujur,” tegas Aries.
Dalam sambutannya, Aries mengingatkan kepala sekolah agar menjadi pemimpin yang menginspirasi, bukan sekadar pejabat administratif.
Menurutnya, kepala sekolah harus turun langsung ke lapangan, memperhatikan detail kecil, serta menumbuhkan teladan disiplin dan rendah hati.
“Zero pungli, zero gratifikasi. Semua laporan keuangan harus terbuka dan terdokumentasi dengan baik. Komite sekolah adalah mitra pengawasan, bukan stempel formalitas,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 5 Jember Nanda Wiratama menyambut baik pesan dan arahan kepala dinas.
Ia menilai pencanangan WBK menjadi momentum penting memperkuat tata kelola lembaga yang bersih dan transparan.
“Kami berkomitmen mengelola dana BOS, BPOPP, dan partisipasi masyarakat secara tertib, akuntabel, dan transparan,” ujarnya
Nanda juga menambahkan, arahan Kepala Dinas sejalan dengan penerapan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yang sudah diterapkan di sekolah.
“Sekolah yang bersih dan indah mencerminkan kepemimpinan yang kuat, serta menumbuhkan kenyamanan dan kebanggaan bagi siswa maupun guru,” katanya.
Kegiatan ini menjadi starting point penting bagi lembaga pendidikan di Jawa Timur dalam mewujudkan satuan pendidikan yang berintegritas, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bersih dan profesional.