JEMBER, Halojember.jawapos.com - Kecelakaan laut kembali menimpa nelayan di Pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.
Dalam sepekan terakhir, sudah dua kali nelayan setempat mengalami musibah di laut.
Sebelumnya, nelayan bernama Samoyan (55) ditemukan tewas di perairan Bali setelah hilang sejak Minggu (26/10).
Kini, kecelakaan serupa kembali terjadi pada Sabtu (1/11) dini hari dan menimpa dua nelayan asal dusun yang sama.
Keduanya adalah Jumiran (50) sebagai nakhoda dan Moch Tohari (46) sebagai anak buah kapal, yang berangkat melaut menggunakan jukung Speed Veber.
Mereka berangkat dari Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, sekitar pukul 01.30 WIB menuju perairan Pandegil atau sekitar Pantai Cangakan.
Sesampainya di lokasi, cuaca mendadak berkabut tebal hingga jarak pandang terbatas.
Dalam kondisi itu, jukung mereka menabrak tebing karang dan langsung terbalik.
Kedua nelayan terlempar ke laut, sementara jukung hancur dan dua mesinnya hilang terbawa arus.
Gelombang tinggi membuat upaya penyelamatan diri semakin sulit.
Jumiran berhasil selamat setelah terbawa arus hingga terdampar di pinggir pantai dan ditolong nelayan lain.
Sedangkan Tohari harus berjuang selama satu jam berenang di tengah laut tanpa pelampung sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan yang melintas.
“Saat jukung menghantam tebing karang, langsung terbalik. Saya dan Pak Jumiran terpisah dan masing-masing berusaha menyelamatkan diri,” ujar Tohari di rumahnya, Sabtu (1/11).
Ia sempat terlilit jaring di leher sebelum akhirnya bisa melepaskan diri dan mengikuti arus untuk tetap mengapung.
“Yang penting hidung masih di atas air. Setelah satu jam, ada nelayan lewat dan menolong saya,” tambahnya.
Menurut Tohari, kabut tebal dan gelombang tinggi membuat jukung mereka tak sempat menghindar dari tebing karang.
Benturan keras membuat kapal hancur dan keduanya tercebur ke laut di tengah kegelapan.
“Alhamdulillah, meski luka di bagian siku, saya masih bisa selamat setelah satu jam di laut,” ujarnya lega.
Sementara itu, PS KBO Satpolair Polres Jember, Aiptu Agus Riyanto, menyebut ketinggian ombak saat kejadian mencapai dua meter.
Ia membenarkan, dalam sepekan ini sudah dua kali kecelakaan laut menimpa nelayan asal Payangan.
Kecelakaan pertama menewaskan Samoyan (55), sedangkan kali ini dua nelayan selamat meski jukung mereka hancur.
“Cuaca berkabut dan ombak tinggi menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. Nelayan diimbau selalu menggunakan pelampung demi keselamatan,” tegas Agus. (jum/kin)
Editor : Sidkin