Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Nelayan Jember Ungkap Detik-Detik Mencekam saat Jukung yang Ditumpanginya Menabrak Tebing hingga Hancur di Laut Selatan

Jumai RJ • Selasa, 4 November 2025 | 23:00 WIB
Tohari (tengah), nelayan yang juga korban mengungkap detik-detik mencekam saat jukungnya menabrak tebing hingga hancur di Laut Jember.
Tohari (tengah), nelayan yang juga korban mengungkap detik-detik mencekam saat jukungnya menabrak tebing hingga hancur di Laut Jember.

JEMBERHalojember.jawapos.com - Inilah detik-detik jukung nelayan asal Payangan Jember menabrak tebing di Laut Selatan.

Gelombang tinggi dan kabut tebal di perairan selatan Jember kembali memakan korban.

Dua nelayan asal Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember alami kecelakaan laut.

Jukung yang mereka tumpangi menabrak tebing karang hingga hancur, Sabtu (1/11/2025) dini hari.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan laut yang menimpa nelayan Payangan dalam sepekan terakhir.

Sebelumnya, nelayan bernama Samoyan, 55, ditemukan tewas di perairan Bali usai dinyatakan hilang sejak Minggu (26/10) lalu.

Kini, dua nelayan lain, Jumiran, 50, dan Moch Tohari, 46, berhasil bertahan hidup di tengah ganasnya ombak.

Informasi yang dihimpun, keduanya berangkat dari Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan sekira pukul 01.30 WIB untuk menjaring ikan di Perairan Pandegil atau sekitar Pantai Cangaan.

Cuaca awalnya tenang, namun mendadak berubah ketika kabut tebal turun, menutupi pandangan mereka.

Dalam kondisi itu, jukung Speed Veber yang dikemudikan Jumiran menabrak tebing karang dan langsung terbalik.

Dua nelayan terlempar ke laut di tengah gelapnya malam, sementara jukung hancur dan dua mesinnya hilang terseret ombak.

Gelombang tinggi membuat keduanya kesulitan mencari arah untuk menyelamatkan diri.

Tohari mengaku sempat terlilit jaring di leher sesaat setelah kapal terbalik.

“Saat jukung menghantam tebing karang, langsung terbalik. Saya dan Pak Jumiran terpisah, masing-masing berusaha menyelamatkan diri,” ujarnya di rumahnya, Sabtu (1/11).

Ia berjuang keras melepaskan diri dari lilitan jaring lalu berenang mengikuti arus tanpa pelampung.

“Sekitar satu jam saya terombang-ambing di laut. Yang penting hidung masih di atas air. Akhirnya ada nelayan lewat dan menolong saya,” katanya lega.

Sementara Jumiran ditemukan lebih dulu. Ia terdampar di tepi pantai dalam kondisi lemah dan segera dievakuasi nelayan lain.

Menurut Tohari, saat kejadian pandangannya benar-benar tertutup kabut dan ombak datang bertubi-tubi.

Benturan keras dengan karang membuat jukung pecah dan mereka terlempar ke laut tanpa sempat menyalakan lampu isyarat.

“Alhamdulillah, meski luka di bagian siku, saya masih bisa selamat setelah berenang mengikuti arus,” tuturnya.

Ia mengaku trauma, namun bersyukur masih diberi kesempatan hidup setelah menyaksikan jukungnya hancur diterjang ombak.

Kini, keduanya hanya bisa berharap peristiwa serupa tak terulang pada nelayan lain. (kin)

Editor : Sidkin
#kecelakaan laut #detik-detik #tabrak tebing #Nelayan jember #jukung #laut selatan #detik-detik mengerikan