Jember - Pemerintah Kabupaten Jember bersama PT Surya Mataram Nusantara (operator Fly Jaya Air) resmi menandatangani nota kesepahaman terkait pengoperasian permanen rute penerbangan Jember–Jakarta.
Kesepakatan tersebut menjadi penanda berlanjutnya konektivitas udara Jember setelah sempat berhenti selama dua pekan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, penerbangan langsung ke Ibu Kota bukan sekadar soal transportasi, melainkan langkah strategis membuka akses ekonomi dan investasi bagi masyarakat.
“Investor ini perlu bisa datang dengan mudah ke Jember. Karena itulah, kami berfokus pada penerbangan dari Jember ke Jakarta dan bukan ke tempat lain,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Penerbangan reguler Fly Jaya akan kembali beroperasi mulai 11 November 2025 dengan jadwal dua kali sepekan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 70 penumpang.
Dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, pesawat berangkat pukul 07.45 WIB dan tiba di Jember pukul 10.05 WIB, sedangkan penerbangan balik dijadwalkan pukul 10.35 WIB.
Sementara itu, harga tiket pada periode November-Desember akan mengalami penyesuaian untuk menutupi biaya operasional.
Pemkab Jember berencana menstabilkan harga pada awal tahun 2026 agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kembalinya penerbangan ini disambut positif warga. Mereka menilai kehadiran rute tetap Jember-Jakarta bukan hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga menghidupkan kembali sektor ekonomi daerah.
Namun, warga berharap Bandara Notohadinegoro ikut diperindah agar mencerminkan kemajuan Jember.
Pemerintah daerah pun berkomitmen memperkuat infrastruktur penunjang di sekitar bandara agar konektivitas udara ini memberi dampak ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga: Dari Pom Bensin ke Timeline: Fenomena Motor Brebet yang Menjelma Urban Legend Modern
Penerbangan reguler Jember-Jakarta diharapkan menjadi simbol kebangkitan mobilitas daerah sekaligus bukti kesiapan Jember menjadi wilayah yang lebih terbuka dan kompetitif.
Penulis: Tazyinatul Ilmiah Magang 25
Editor : Dwi Siswanto