Halo Jember – Kabar gembira bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menetapkan jadwal pencairan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 tahun 2025, yang mulai disalurkan sejak Oktober.
Program ini menjadi batu tumpuan utama masyarakat prasejahtera untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah dinamika harga dan ekonomi nasional.
Penyaluran PKH tahap 4 dilakukan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni Bank BRI, BNI, Mandiri, dan BTN yang telah bekerja sama dengan Kemensos dalam menyalurkan dana bantuan ke seluruh wilayah Indonesia, dikutip dari metro tv Jumat (31/10/2025).
Pencairan Bertahap di Seluruh Daerah
Kemensos memastikan penyaluran dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat diterima secara merata di setiap daerah.
Meski pencairan dimulai Oktober, jadwal pastinya di tiap wilayah bisa berbeda, tergantung pada proses verifikasi data dan kesiapan administrasi di lapangan.
Besaran Bantuan PKH Tahap 4 Tahun 2025
PKH diberikan kepada keluarga prasejahtera yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memenuhi kriteria komponen tertentu seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, serta penyandang disabilitas berat.
Berikut rincian bantuan PKH tahap 4 tahun 2025:
Ibu hamil: Rp750.000 per tahap
Balita (0–6 tahun): Rp750.000 per tahap
Anak SD: Rp225.000 per tahap
Anak SMP: Rp375.000 per tahap
Anak SMA: Rp500.000 per tahap
Lansia (di atas 60 tahun): Rp600.000 per tahap
Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
Jika dalam satu keluarga terdapat lebih dari satu anggota yang memenuhi kriteria, maka jumlah bantuan akan diakumulasikan sesuai komponen yang dimiliki.
Dampak Nyata untuk Ekonomi Rumah Tangga
Program PKH terbukti menjadi instrumen penting pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial.
Selain membantu kebutuhan dasar, bantuan ini juga mendorong keluarga penerima untuk lebih aktif dalam layanan kesehatan dan pendidikan.
Dengan pencairan tahap keempat ini, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi akhir tahun dengan kondisi ekonomi rumah tangga yang lebih stabil dan berdaya.
Pewarta: Febri Irawan
Editor : Dwi Siswanto