JEMBER, Halojember.jawapos.com - Ratusan pelaku usaha mikro dari berbagai penjuru Jember memadati Balai Serba Guna, Senin (3/11/2025).
Mereka hadir dalam agenda Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (KUMITRA) yang digelar Kementerian UMKM RI, sebuah program yang mempertemukan pelaku usaha kecil dengan perusahaan menengah, besar, hingga ritel modern nasional.
Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi para pelaku UMKM untuk membuka peluang kolaborasi dan memperluas jejaring bisnis di tingkat regional maupun nasional.
Ketua UKM IKM Nusantara Jawa Timur, Rendra Wirawan, mengapresiasi langkah Kementerian UMKM yang mampu mengumpulkan hampir 900 pelaku usaha dalam satu momentum besar tersebut.
“Kami cukup memberikan apresiasi kepada Kementerian UMKM yang hari ini bisa mengumpulkan seluruh stakeholder,” ujarnya, kemarin.
Jumlah peserta yang mencapai ratusan, kata dia, menjadi bukti bahwa kegiatan UMKM di berbagai daerah, termasuk Jember, terus berjalan aktif dan memberikan dampak positif.
Ia berharap momentum ini bisa menciptakan efek berantai yang memperkuat perekonomian daerah serta mengangkat nilai UMKM agar lebih berdaya saing.
Rendra menegaskan, pihaknya mendukung penuh inisiatif Bupati Jember Muhammad Fawait yang berupaya mengintegrasikan pelaku UMKM, KADIN, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, serta media dalam satu konsep kolaboratif pentahelix.
“Konsep pentahelix ini benar-benar menguatkan bahwa UMKM harus dientaskan bersama-sama,” katanya.
Pria yang juga pengurus KADIN Jember ini mencatat, sekitar 800 pelaku UMKM dari seluruh Jember resmi terdaftar sebagai peserta.
“Mudah-mudahan ini bisa tersampaikan ke UMKM yang lainnya,” tambah Rendra.
Ia juga berharap agar ke depan regulasi yang dikeluarkan pemerintah daerah semakin berpihak pada pelaku UMKM.
“Yang terpenting ke depan ada regulasi yang positif untuk para UMKM,” harapnya.
Sebagai tindak lanjut program KUMITRA, lanjut Rendra, Jember perlu memiliki wadah UMKM yang terintegrasi.
Oleh karena itu, dia berharap, perbankan juga ikut mendampingi dan memfasilitasi agar UMKM semakin berkembang. “Sudah saatnya UMKM Jember naik kelas,” terangnya.
Sementara itu, Pemimpin Bank Jatim Cabang Jember, Taufik Rahmad Saleh, menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM di daerah.
“Bank Jatim support full seratus persen untuk UMKM,” tegasnya.
Menurutnya, UMKM terbukti menjadi penopang utama perekonomian Jember bahkan ketika krisis melanda.
“Mereka justru menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Jember,” kata Taufik.
Sebagai bentuk komitmen, Bank Jatim bersama UKM IKM Nusantara Jatim akan mendirikan Rumah UMKM di Jember.
Rumah tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan agar para pelaku usaha tidak hanya aktif saat event berlangsung.
“Dengan rumah itu, UMKM di Jember bisa kami bina sampai sukses,” jelasnya.
Melalui pembinaan ini, UMKM diharapkan dapat naik kelas, dari super mikro menjadi mikro, dari mikro menjadi menengah, hingga berkembang menjadi besar.
Langkah ini juga akan didukung dengan fasilitas pembiayaan, pendampingan produksi, dan bantuan pemasaran agar UMKM benar-benar berdaya secara berkelanjutan.
“Artinya para anggota yang terdiri dari UMKM itu terfasilitasi baik dari sisi permodalannya, produksinya, maupun bantuan pemasarannya,” pungkasnya. (kin)
Editor : Sidkin