Bijaklah dalam membaca. Berita ini tidak ditujukan untuk mendorong maupun menginspirasi seseorang melakukan tindakan yang sama. Jika pembaca sedang mengalami masalah dan depresi dengan kecenderungan untuk mengakhiri hidup, segera berkonsultasi ke psikolog, psikiater, klinik kesehatan atau pihak-pihak lain yang dapat membantu.
KERTONEGORO, Halojember.jawapos.com - Malam yang tenang di Dusun Kertonegoro Selatan, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tiba-tiba menjadi mencekam.
Suara teriakan dan isak tangis warga saling bersautan, Selasa malam (4/11/2025).
Itu setelah warga mengetahui seorang ibu diduga dibunuh oleh anak kandungnya.
Peristiwa itu tragis itu menimpa Susiati, warga setempat.
Perempuan 62 tahun itu meregang nyawa di tangan anaknya, Imam Gujali, 35.
Baca Juga: Dipaksa Cerai! Istri Kedua Dokter Sukardi Tega Bunuh Istri Pertama
Sontak, peristiwa ini membuat warga geram sekaligus mengecam tindakan pelaku yang tega menghabisi ibunya dengan cara keji.
Informasi yang dihimpun, sebelum peristiwa itu terjadi, korban mengantarkan makanan untuk anaknya sekira pukul 19.00 WIB.
Jarak rumah korban dengan pelaku hanya berjarak dua meter saja.
Saat mengantar itu, terdengar suara teriakan dari dapur pelaku.
Baca Juga: Bunuh Diri Solusi Represi Tensi? Opini: Hidayat Nor Wahit
Entah apa yang merasuki pikirannya, Imam tiba-tiba mengamuk dan memukul korban dengan alat tambal ban yang terbuat dari besi.
Suara teriakan korban terdengar oleh Kaspun, 54 warga Desa Sumber Harum, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi, Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Mendengar itu, Kaspun segera berlari menuju asal suara.
Sesampainya di dapur itu, netapa terkejutnya Kaspun. Ia melihat adiknya telah dianiaya oleh pelaku.
Untuk meredam amarah pelaku, Kaspun memancing Imam agar keluar dari dapur.
"Saya pancing agar berhenti memukul adik saya," ujarnya.
Hal itu berhasil, pelaku keluar sambil membawa alat pemanas tambal ban yang baru digunakan untuk memukul korban.
Baca Juga: 9 Hari Buron, Pelaku Kekerasan Seksual di Balung Jember Akhirnya Dibekuk Polres Jember
Namun, pelaku langsung mengejar Kaspun yang berlari.
"Dia langsung mengejar saya. Sedangkan adik saya sudah terkapar dekat kamar mandi. Warga ibu-ibu yang dengar suara teriakan sebelumnya, langsung membawa korban keluar," jelasnya.
Saat korban dikeluarkan dari dapur hingga depan pintu rumahnya, pelaku justru kembali.
Imam yang saat itu sudah kalap, malah memukul bagian perut korban menggunakan alat tambal ban.
Baca Juga: Jurnalis Dianiaya saat Liput Dapur MBG, AJI dan LPH Pers Kecam Tindakan Penganiayaan
Namun, penganiayaan itu tak berlangsung lama.
Warga berhasil menghentikan perilaku keji tersebut dan mengamankannya sebelum polisi datang.
Kapolsek Jenggawah AKP Eko Basuki membenarkan peristiwa tragis itu.
Baca Juga: Kronologi Mahasiswi di Balung Jember Jadi Korban Dugaan Kekerasan Seksual, Pelaku Kabur!
Setelah menerima laporan dari keluarga korban dan perangkat desa, pihaknya langsung mendatangi lokasi.
Pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Jenggawah.
Pelaku Diduga Depresi
Eko mengungkapkan, pelaku diduga mengalami depresi selama beberapa tahun.
"Diduga mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya beberapa tahun lalu. Dan pelaku mengaku sering dimarahi oleh ibunya," ungkap Eko.
Dia menjelaskan, korban yang mengalami luka serius itu meninggal di tempat.
Selanjutnya, korban dievakuasi ke IGD Puskesmas Jenggawah.
Baca Juga: Pembunuhan Massal di Banyuwangi Dibalik Teror 'Ninja' dan Dukun Santet
"Korban meninggal akibat pukulan benda tumpul. Korban mengalami luka parah pada bagian pipi sebelah kiri, telinga sebelah kanan, dan kepala bagian belakang," pungkasnya. (jum/kin)
Editor : Sidkin