Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Hujan Deras, Atap Rumah di Jenggawah Jember Ambrol, Nenek dan Dua Cucunya Mengungsi

Sidkin • Kamis, 13 November 2025 | 23:27 WIB
Personel BPBD dan petugas kecamatan saat mengecek dan mendata kerusakan rumah akibat hujan deras. Atap rumah warga Jenggawah ini ambrol, penghuni mengungsi.
Personel BPBD dan petugas kecamatan saat mengecek dan mendata kerusakan rumah akibat hujan deras. Atap rumah warga Jenggawah ini ambrol, penghuni mengungsi.

JEMBER, Halojember.jawapos.com - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Jenggawah pada Kamis (13/11/2025) dini hari, membuat Poniyem, warga Dusun Tegal Gayam, Desa Kemuningsari Kidul, panik.

Sekitar pukul 00.05 WIB, terdengar suara kayu retak dari atap rumahnya sebelum akhirnya ambruk menimpa ruang tengah, kamar, dan dapur.

Saat kejadian, Poniyem sedang tertidur bersama dua cucunya yang masih kecil, namun mereka berhasil keluar rumah sebelum tertimpa reruntuhan.

Rumah berukuran 11,5 x 4,5 meter itu kini rata dengan tanah, menyisakan puing dan genting berserakan di halaman.

Poniyem bersama dua cucunya, bayi berusia tiga bulan dan anak dua tahun sementara waktu menumpang di rumah saudaranya yang tak jauh dari lokasi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi kondisi rumahnya rusak sedang dan sebagian dinding retak. Kalau hujan turun lagi, risikonya bisa bertambah berat,” kata Kepala BPBD Jember, Indra Tri Purnomo, Kamis (13/11/2025).

Begitu menerima laporan, tim BPBD Jember langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan logistik darurat.

Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, selimut, perlengkapan bayi, alat masak, hingga dua terpal untuk menutup bagian rumah yang terbuka.

“Kami langsung koordinasi dengan perangkat desa dan warga sekitar agar korban bisa segera mendapat bantuan dasar,” ujar Indra.

Tim juga menilai tingkat kerusakan untuk menentukan langkah perbaikan lanjutan yang perlu segera dilakukan.

Hasil sementara menunjukkan struktur bangunan masih berisiko runtuh jika tidak segera diperkuat.

BPBD merekomendasikan pemerintah desa dan warga sekitar untuk bergotong royong memperbaiki dinding serta rangka atap yang tersisa.

“Kami imbau warga tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi di wilayah Jember,” imbuhnya.

Saat ini, area rumah sudah mulai dibersihkan dari puing reruntuhan meski kekhawatiran warga masih terasa.

Beberapa rumah di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami retakan akibat hujan deras yang mengguyur sejak malam.

Warga berharap bantuan perbaikan bisa segera dilakukan agar Poniyem dan cucunya dapat kembali menempati rumah dengan aman.

Peristiwa ini menambah daftar kerusakan rumah akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Jember.

“Musim hujan sudah mulai intens. Kami harap warga rutin memeriksa kondisi rumahnya, terutama bagian atap dan dinding yang rawan,” pungkas Indra. (kin)

Editor : Sidkin
#hujan deras #jember #panik #bencana alam #atap rumah ambrol #rumah ambruk #BPBD Jember #Jenggawah