JEMBER, Halojember.jawapos.com - Ucok berangkat bekerja seperti biasa pagi itu, tanpa pernah membayangkan ia tak akan pulang dalam keadaan selamat.
Pria 29 tahun asal Palembang yang tinggal di Perumahan Puger itu disebut sempat dievakuasi dalam kondisi terluka berat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Hasan, warga Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, juga menjadi korban yang tak terselamatkan ketika tebing batu kapur di kecamatan itu runtuh.
Keduanya sempat dibawa ke RS Graha Puger, namun upaya medis tidak mampu mengimbangi parahnya luka akibat hantaman material longsor.
Nama lain yang muncul dari balik tumpukan batu adalah Sucipto, pria berusia 48 tahun yang hingga kejadian itu belum ditemukan.
Sucipto merupakan penambang yang sudah lama bekerja di kawasan tambang Puger dan dikenal sebagai pekerja yang tak pernah absen masuk.
Seorang warga bernama Indriani menyebut sebagian penambang lain berhasil menyelamatkan diri, namun mereka masih diliputi trauma berat.
“Penambang lainnya masih syok,” ungkapnya saat dimintai keterangan pada hari kejadian.
Selain korban manusia, enam sepeda motor ikut tertimbun bersama truk-truk yang berada di area penggalian.
Para pekerja selamat menyaksikan sendiri bagaimana tebing setinggi 20 meter itu runtuh hanya dalam satu sapuan, tanpa memberi mereka waktu untuk berlari.
Bagi keluarga para korban, tragedi ini menjadi luka panjang yang menandai kerasnya pekerjaan sebagai penambang batu kapur di Puger.
Kabar terakhir, total korban meninggal dunia ada tiga orang. Yakni Ucok, Hasan, dan Sucipto.
Editor : Sidkin