LUMAJANG, Halojember.jawapos.com - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi besar, Rabu (19/11/2025).
Akibat peristiwa ini, ratusan warga mengungsi ke tempat lebih aman.
Ini menyebabkan jalur pendakian Gunung Semeru sementara ditutup.
Selain itu, jalan menuju Malang via Lumajang Selatan maupun sebaliknya juga ditutup akibat hujan abu.
Tak hanya itu, erupsi ini juga mengakibatkan dua warga asal Kabupaten Kediri menjadi korban awan panas guguran (APG).
Berikut ini data laporan aktivitas Gunung Semeru secara lengkap berdasarkan PVMBG dari website magma.esdm.
Lokasi:
Terletak di Kab\Kota Lumajang, Malang, Jawa Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.108°LU, Longitude 112.92°BT dan memiliki ketinggian 3676 mdpl.
Periode Pengamatan :
Laporan per 6 jam, tanggal 2025-11-19 pukul 12:00-18:00 WIB.
Klimatologi :
Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara, selatan dan barat laut. Suhu udara sekitar 23-24°C.
Pengamatan Visual :
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Visual Lainnya :
Jarak Luncur Awan >13 Km.
Pengamatan Kegempaan :
7 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 84-160 detik.
1 kali gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo 45 mm dan lama gempa 14283 detik atau hampir empat jam.
13 kali gempa Guguran dengan amplitudo 7-12 mm dan lama gempa 75-284 detik.
1 kali Harmonik dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 152 detik.
Kesimpulan :
Tingkat Aktivitas Gunungapi Semeru Level IV (Awas)
Rekomendasi :
- Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar
- Tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.