LUMAJANG, Halojember.jawapos.com - Sebagian besar pengungsi erupsi Gunung Semeru di Lumajang mulai kembali ke rumah mereka, Jumat (21/11/2025).
Kepulangan itu bukan untuk menetap, melainkan sekadar menyelamatkan barang-barang berharga yang masih mungkin dibawa.
Mayoritas warga hanya menemukan sedikit benda yang bisa diselamatkan.
Pakaian, alat dapur, serta sejumlah dokumen penting menjadi barang yang paling banyak dicari.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Bupati Lumajang Bunda Indah: Tak Boleh Ada Aktivitas Tambang
Saat erupsi terjadi, hampir semua pengungsi keluar rumah pada hari erupsi hanya dengan pakaian yang menempel di badan.
Bu Samsul (45), warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, mengaku tidak sempat membawa apapun saat awan panas guguran (APG) menuruni lereng Semeru.
“Saya keluar cuma dengan baju ini,” katanya singkat.
Baca Juga: 178 Pendaki Terjebak Erupsi Gunung Semeru, Tertahan di Jalur Pendakian dan Ranu Kumbolo
Rumah-rumah warga di kawasan itu tertimbun material vulkanik.
Di banyak titik, ketinggian pasir di dalam rumah mencapai 1,5 meter.
Warga pun mengais reruntuhan untuk mencari barang yang tersisa
“Sore itu erupsi terjadi, jadi kami masih sempat lari menyelamatkan diri,” tutur Samsul.
Baca Juga: Dua Warga Kediri Jadi Korban Erupsi Gunung Semeru Lumajang, Ini Kronologi dan Kondisinya
Menurutnya, perabot utama di rumah seperti lemari, kulkas, bufet, dan tempat tidur sudah hancur.
“Yang penting nyawa selamat. Ini cuma kasur, ijazah anak, dan surat penting lain yang bisa saya amankan,” ujarnya.
Barang-barang yang masih layak pakai dititipkan di rumah keluarga terdekat.
Pantauan Halo Jember, sebagian besar rumah warga yang terdampak sudah hancur total.
Ada yang hanya menyisakan fondasi, sebagian dinding, atau rangka jendela yang masih berdiri. (jum)
Editor : Sidkin