Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cerita Sunar yang Rumahnya Masih Berdiri Kokoh Saat Erupsi Semeru Menerjang

Jumai RJ • Sabtu, 22 November 2025 | 23:59 WIB

 

JUMAI/RADAR JEMBER MASIH SELAMAT: Rumah milik Sunar di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang masih berdiri dan tidak mengalami kerusakan parah meski diterjang lahar dingin.
JUMAI/RADAR JEMBER MASIH SELAMAT: Rumah milik Sunar di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang masih berdiri dan tidak mengalami kerusakan parah meski diterjang lahar dingin.

 

LUMAJANG, Radar Jember – Di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, puluhan rumah dilaporkan rusak berat hingga rata dengan tanah. Diantara rumah yang rusak tersebut, ada satu rumah yang masih berdiri kokoh dan masih berwarna putih.

Rumah itu adalah kediaman anak Sunar (45), warga setempat. Rumah tersebut terbilang baru, bahkan sama rencananya akan diadakan selamatan pada Rabu (19/11) malam, usai salat magrib. Namun sekitar pukul 16.30, lahar dingin dari Semeru tiba-tiba menerjang kawasan itu.

“Alhamdulillah bencana datang sebelum acara dimulai, sebelum orang-orang datang. Jadi tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Material lahar berupa pasir bercampur batu besar masuk ke bagian dapur dan sebagian ruang dalam rumah. Persiapan selamatan seperti masakan yang telah dibuat juga ikut terendam material. Meski begitu, rumah anak Sunar masih lebih beruntung dibanding rumah warga lain yang rata dengan tanah.

“Rumah tidak sampai ambruk, hanya kemasukan pasir. Banyak rumah di sekitar sini yang rusak parah,” katanya.

Salah satunya milik Yuliani (30), yang rumahnya hancur tersapu material lahar. Rumah itu biasanya digunakan untuk beristirahat saat dirinya mengurus lahan pertanian berisi tanaman lombok dan tomat.

“Rumah yang hancur ini memang tempat singgah saat mengurus pertanian. Lombok saya belum panen, tapi sudah diterjang lahar dingin,” tuturnya.

Yuliani sendiri telah tinggal di rumah hunian tetap (huntap) di Blok M 2/20 sejak terdampak erupsi besar Desember 2021. Setiap sore ia pulang ke huntap, sementara pagi harinya ia kembali mengurus lahan pertaniannya yang berada dekat rumah tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (22/11) sejumlah warga masih berusaha menyelamatkan barang-barang yang tersisa dari rumah maupun lahan pertanian, seperti mesin pompa air dan peralatan pertanian lainnya. Bahkan, ada yang menyelamatkan motor maticnya dari timbuhan material. (jum/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#jember #semeru #erupsi semeru #lumajang