LUMAJANG, Radar Jember – Pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengerahkan alat berat. Setidaknya ada enam alat berat ke lokasi terdampak di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Enam alat berat tersebut terdiri atas empat excavator dan dua loader. Seluruhnya dikerahkan untuk membersihkan material lahar dingin berupa batu-batu besar, potongan kayu, serta tumpukan pasir yang menutup jalan dan saluran air.
Material yang terbawa lahar tercatat mencapai ketinggian 1,5 hingga 2 meter, menutup badan jalan sepanjang 1 kilometer.
Prabowo, perwakilan BBWS Brantas, menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan untuk menormalkan kembali akses jalan serta saluran yang tertutup sedimen.
“Ketebalan sedimen akibat lahar mencapai 1,5 hingga 2 meter dengan panjang sekitar 1 kilometer. Paling lama itu saat kami menemukan batu berukuran besar atau kayu besar di tengah jalan, terutama yang berada di depan rumah warga. Itu yang paling memakan waktu lama. Ditambah abunya masih panas,” jelasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses pembersihan masih berlangsung hingga kemarin (22/11). Namun, banyak warga dan pengunjung yang tetap memasuki area terdampak meski sudah dilarang.
Kehadiran warga ini dinilai menghambat kerja alat berat yang membutuhkan ruang gerak cepat dan aman.
Petugas dari Polres Lumajang, Satpol PP Lumajang, dan sejumlah relawan terus berjaga untuk mencegah warga masuk ke area berbahaya. (jum/dwi)
Editor : Dwi Siswanto