JEMBER, Halojember.jawapos.com – Kecelakaan beruntun merenggut dua nyawa di Jalan Nasional Jember–Surabaya, tepatnya di Dusun Tayyeng, Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Minggu (23/11/2025) pukul 02.30 WIB.
Kedua korban tewas adalah Zainal Arifin (25) dan Ahmad Nurhuda (42), warga Dusun Plalangan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.
Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Vario P 6664 IV dan ditemukan tidak jauh dari jurang bersama kendaraan mereka.
Kecelakaan bermula saat truk diesel N 9014 NL yang dikemudikan Teguh Pradana melaju dari timur ke barat membawa muatan cabai.
Dari arah berlawanan, mobil Nissan Terrano S 1419 B yang dikendarai Sudirno bersama keluarganya melaju dari barat ke timur.
Setiba di lokasi, sopir truk mendadak membanting setir ke kanan setelah melihat lincak bambu yang digunakan sebagai penanda jalan rusak berada di tengah jalan.
“Truk oleng ke kanan karena menghindari lincak dari bambu,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah, Minggu (23/11/2025).
Gerakan mendadak itu membuat truk bertabrakan lebih dulu dengan sepeda motor yang berada di depan mobil Terrano.
“Setelah menabrak motor, truk langsung menghantam Terrano yang dikendarai satu keluarga,” lanjutnya.
Benturan keras membuat mobil Terrano terjun ke jurang beberapa meter dari badan jalan.
Truk juga ikut terguling ke sisi kanan jalan setelah menabrak motor dan mobil di depannya.
Dia menjelaskan, kurangnya penerangan jalan turut memicu sopir tidak melihat lincak yang ditinggalkan di tengah jalur.
“Penerangan kurang terang sehingga sopir tidak bisa melihat jelas benda di jalan,” ujarnya.
Empat penumpang Terrano mengalami luka dan segera dilarikan ke IGD Puskesmas Tanggul.
Dua korban meninggal dievakuasi ke kamar mayat Puskesmas oleh petugas Polsek Sumberbaru.
Warga dan para sopir membantu menarik truk yang terguling dengan kendaraan lain sebelum polisi mengamankan seluruh barang bukti.
Polisi menyimpulkan kecelakaan terjadi akibat kurang hati-hatinya sopir truk dan kondisi jalan yang gelap.
“Karena kaget dan gelap, sopir banting setir, dan kecelakaan beruntun tidak terhindarkan,” pungkas Tommy. (jum/kin)
Editor : Sidkin