Banjir yang melanda wilayah Semarang menyebabkan perjalanan dua kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember terganggu.
Dua kereta tersebut adalah KA Pandalungan relasi Gambir–Jember dan KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang.
Akibatnya, keduanya mengalami keterlambatan saat tiba di sejumlah stasiun di wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan laporan terakhir, KA Blambangan Ekspres mengalami keterlambatan hingga 290 menit atau hampir lima jam, sedangkan KA Pandalungan terlambat sekitar 180 menit atau tiga jam.
Meski demikian, PT KAI Daop 9 Jember memastikan keberangkatan kedua kereta dari wilayah Jember tetap berjalan sesuai jadwal.
KA Blambangan Ekspres dijadwalkan berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 15.45 WIB, sementara KA Pandalungan berangkat dari Stasiun Jember pukul 16.00 WIB.
Manajemen KAI Daop 9 Jember menyampaikan bahwa pihaknya mengoptimalkan waktu perawatan dan pembersihan sarana agar tetap bisa beroperasi tepat waktu.
“Proses perawatan dilakukan secara efisien namun tetap sesuai SOP demi menjamin keselamatan perjalanan dan kenyamanan penumpang,” ujar perwakilan KAI Daop 9 Jember.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI memberikan kompensasi sesuai ketentuan kepada penumpang terdampak.
Mereka yang membatalkan perjalanan atau tidak melanjutkan perjalanan karena rute terganggu berhak atas pengembalian bea tiket 100 persen.
Bagi penumpang yang tujuan akhirnya tidak terlewati akibat pengalihan jalur, KAI juga menyiapkan moda transportasi lanjutan, atau jika tidak memungkinkan, tiket dikembalikan penuh di luar bea pesan.
KAI juga telah memberikan layanan service recovery bagi penumpang KA Blambangan dan KA Pandalungan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini dan berterima kasih atas kesabaran seluruh pengguna jasa. Keselamatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama kami,” tutur pihak KAI Daop 9 Jember.
Penulis: Agil Prasetyo Magang 25
Editor : Dwi Siswanto