Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Karyawan Bagian Cuci Ompreng MBG di Bintaro Patrang Jadi Penopang Penting Kebersihan dan Ekonomi Warga Sekitar

Dwi Siswanto • Selasa, 25 November 2025 | 00:35 WIB
Karyawan Bagian Cuci Ompreng MBG di Bintaro Patrang Jadi Penopang Penting Kebersihan dan Ekonomi Warga Sekitar
Karyawan Bagian Cuci Ompreng MBG di Bintaro Patrang Jadi Penopang Penting Kebersihan dan Ekonomi Warga Sekitar

Di balik ribuan porsi makanan yang setiap hari dikirimkan ke berbagai sekolah di Jember, terdapat peran penting para karyawan bagian cuci tempat makan (ompreng) di dapur umum MBG, kawasan Bintaro, Kecamatan Patrang, Jember.

Dengan ketelatenan dan kerja keras mereka, kebersihan serta kelayakan alat makan tetap terjaga, menjadi bagian penting dari operasional MBG setiap harinya.


Setiap hari, dapur umum MBG menyiapkan sekitar 3.200 hingga 3.714 ompreng, jumlah yang menyesuaikan dengan banyaknya siswa yang masuk sekolah pada hari tersebut.

Setelah digunakan, ompreng kotor akan dikumpulkan dan didata berdasarkan asal sekolah sebelum dibagi untuk dicuci oleh delapan orang pekerja di bagian pencucian dari total 14 karyawan bagian ompreng.

Baca Juga: Solusi Membiasakan Anak Makan Ikan
Proses pembersihan dilakukan secara berjenjang. Setelah dicuci, ompreng akan dipanaskan pada suhu sekitar 200 derajat Celsius untuk memastikan kuman dan bakteri benar-benar mati.

Peralatan pengering yang digunakan bahkan merupakan hasil buatan lokal dari Jember sendiri.


Selain bagian pencucian, MBG juga mempekerjakan karyawan di bagian persiapan, pengemasan (packing), dan sopir.

Seluruhnya menerima gaji dengan sistem sepuluh harian, yang juga dihitung dari banyaknya porsi makanan yang diproduksi.

Dalam sebulan, rata-rata karyawan menerima sekitar Rp1,2 juta, dengan jam kerja mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB, dan libur mengikuti hari sekolah, yakni setiap Minggu.


Menariknya, dapur umum MBG tidak hanya memperhatikan efisiensi kerja, tetapi juga aspek lingkungan. Sisa makanan yang tidak habis akan ditimbang dan dipilah kembali.

Untuk sayuran seperti timun, bahan tersebut dikumpulkan dan digunakan sebagai pakan ternak, sementara tulang dimanfaatkan sebagai bahan pupuk, sehingga tidak ada limbah makanan yang terbuang percuma.

Baca Juga: City Light dari Gunung Wayang
Menurut Bapak Jon, salah satu pengelola MBG, keberadaan dapur umum ini telah banyak membantu masyarakat sekitar. “Dengan adanya MBG, perekonomian warga ikut terbantu.

Ada petani timun yang kini dagangannya laku setiap hari, dan beberapa warga sekitar yang dulunya menganggur sekarang bisa bekerja di sini,” ujarnya.


Secara keseluruhan, total karyawan MBG Bintaro–Patrang mencapai 60 orang, yang terbagi dalam berbagai divisi.

Para karyawan bagian ompreng menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjaga standar kebersihan dan keberlanjutan dapur umum MBG, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

 Penulis: Agil Prasetyo Magang 25

Editor : Dwi Siswanto
#sekolah #Mbg #Dapur Umum MBG #kebersihan #Ompreng MBG