JEMBER, Halojember.jawapos.com - Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan peninjauan revitalisasi sekolah di Jember, Senin (1/12/2025).
Pada kunjungan ke dua sekolah, yakni SMPN 10 dan SDN Kaliwates 02, KSP menemukan sejumlah bagian konstruksi yang tidak memenuhi standar teknis sebagaimana yang telah ditentukan.
Material yang digunakan juga disebut tidak sebanding dengan spesifikasi yang wajib diterapkan.
Temuan tersebut langsung diminta untuk diperbaiki agar mutu bangunan dapat terjamin.
Tenaga Ahli Utama Bidang Pendidikan dan MBG KSP, Tri Santoso, mengingatkan, program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan bahwa pengerjaannya harus selesai sebelum 30 Desember dan tetap mengikuti seluruh ketentuan teknis.
“Sebelum 30 Desember semuanya harus selesai dan kualitasnya harus bagus,” tegasnya.
Di SDN Kaliwates 02, pihaknya menemukan perbedaan dalam mutu bangunan dibandingkan daerah lain.
Jika di wilayah lain persoalan banyak ditemukan pada detail besi, maka di Jember masalah utama justru berada pada struktur atap.
Bagian atap dengan bahan genteng dianggap memiliki risiko tidak dapat menahan beban jangka panjang.
“Di sini soal struktur atap yang harus dievaluasi secara total. Harus diperbaiki agar tidak membahayakan,” jelasnya.
Selain kualitas bangunan, pendampingan teknis juga menjadi sorotan.
Fasilitator dari perguruan tinggi negeri disebut tidak menjalankan tugas pengawasan lapangan sebagaimana mestinya.
Temuan itu langsung diteruskan kepada Kemendikdasmen untuk ditindaklanjuti.
“Ternyata ada fasilitator yang tidak melakukan tugas di sini, dan sudah saya laporkan ke Kemendikdasmen,” ungkapnya.
Sebagai konsekuensi, sanksi bagi pihak yang lalai disiapkan, termasuk kemungkinan pemutusan kerja sama dengan kementerian.
Untuk mempercepat pekerjaan, tim meminta adanya penambahan pekerja atau penerapan shift tambahan.
“Kami minta ditambah pekerja atau shift-nya. Targetnya 20 Desember. Jadi tinggal 19 hari lagi harus dikejar,” ujarnya.
Meski demikian, dia optimistis penyelesaian revitalisasi dapat selesai tepat waktu.
Sementara itu, Kepala SDN Kaliwates 02, Sudarwati, mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan.
Ia menegaskan seluruh catatan akan segera ditindaklanjuti dengan menambah jumlah pekerja dan meningkatkan kontrol kualitas.
“Insyaallah di akhir Desember ini selesai. Kami akan menambah jumlah pekerja dan koordinasikan dengan tim perencanaan maupun pengawasnya,” pungkasnya. (kin)
Editor : Sidkin