Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengungkap Penyebab Banjir dan Longsor Besar di Sumatera dan Aceh, Benarkah karena Hujan Deras?

Sidkin • Senin, 8 Desember 2025 | 02:50 WIB
Kondisi banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Selain hujan deras, penggundulan hutan dan alih fungsi lahan jadi penyebabnya.
Kondisi banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Selain hujan deras, penggundulan hutan dan alih fungsi lahan jadi penyebabnya.

Halojember.jawapos.com - Curah hujan ekstrem di akhir November 2025 menjadi pemicu awal banjir bandang di Pulau Sumatera.

Menurut BMKG dan pakar meteorologi, pola hujan di Sumatera Utara saat itu berada di puncak siklus, dengan volume hujan yang jauh di atas normal.

Namun hujan saja tidak cukup, kondisi lahan dan lingkungan yang beralih memperburuk dampaknya, sehingga aliran air tak bisa tertahan.

Data lapangan menunjukkan bahwa banyak kawasan hulu sudah mengalami deforestasi dan perubahan fungsi lahan menjadi perkebunan atau pemukiman.

Menurut Pakar Hidrologi dan Lingkungan, konversi hutan dan rusaknya daerah resapan air melemahkan daya serap tanah.

“Kawasan berhutan memiliki kemampuan infiltrasi tinggi — ketika itu hilang, hujan yang turun langsung mengalir ke sungai dan memicu banjir,” ujar Muhammad Rais Abdillah.

Sedimentasi sungai akibat erosi hulu serta aktivitas manusia di daerah aliran sungai semakin mengurangi kapasitas tampung sungai.

Penataan ruang yang lemah membuat banyak permukiman dibangun di tepi sungai atau lereng curam, zona yang sangat rentan terhadap banjir dan longsor.

Ketika hujan lebat terjadi, seluruh kombinasi faktor ini bekerja: air meluap cepat, tanah tak mampu menahan beban, dan longsor pun terjadi.

Aktivis lingkungan dan sejumlah kelompok masyarakat mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dan tata ruang acak memperbesar risiko bencana.

Beberapa perusahaan di kawasan terdampak kini menjadi sorotan karena aktivitas mereka berpotensi memperparah deforestasi di hulu, yang lalu dikaitkan dengan banjir bandang.

Baca Juga: Nasionalisme di Ujung Jempol, Opini oleh M Nur Fadli, Mahasiswa UIN KHAS Jember

Menurut analisis lingkungan, tanpa rehabilitasi hutan dan penataan ulang area rawan, bencana serupa bisa muncul lagi setiap musim hujan.

Kesimpulannya: bencana ini bukan semata akibat alam, tetapi kombinasi cuaca ekstrem dan fragmen lingkungan yang dikikis aktivitas manusia.

Editor : Sidkin
#sumatera #Bencana 2025 #banjir dan longsor #aceh #longsor #sumatera utara #banjir bandang #banjir tapanuli selatan #sumatera barat