LUMAJANG, Halojember.jawapos.com - Banjir lahar dingin Gunung Semeru membawa duka bagi warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Rumah-rumah mereka tertimbun material vulkanik, dan hidup mendadak berubah hanya dalam satu malam.
Di tengah situasi itu, ada cerita kecil yang bikin hati ikut nyesek, yaitu soal nasib puluhan anak sekolah.
Sebanyak 46 siswa dari Dusun Sumberlangsep terancam tidak bisa ikut ujian akhir semester.
Baca Juga: Banjir Lahar Dingin Setinggi 4 Meter, Rendam 13 Rumah, Warung, dan Masjid di Lumajang
Mereka bersekolah di SDN Jugosari 03 yang letaknya berada di seberang Sungai Regoyo.
Sungai itu sekarang jadi jalur banjir lahar yang deras dan penuh material panas.
Akses menuju sekolah benar-benar tidak bisa dilalui.
Guru SDN Jugosari 03, Eri Eliyawati, mengatakan Senin (8/12/2025) adalah jadwal ujian akhir semester ganjil. Termasuk untuk 46 siswa dari Sumberlangsep.
Baca Juga: Bupati Lumajang Bunda Indah: Pemerintah Pernah Tawarkan Relokasi, tapi Warga Sumberlangsep Menolak
“Senin ujian akhir semester, otomatis anak Sumberlangsep tidak bisa ikut ujian,” kata Eri, Minggu malam (7/12/2025).
Eri mengaku belum tahu apakah nanti akan ada ujian susulan atau metode lain supaya anak-anak tetap bisa ikut penilaian.
Semua masih menunggu pembahasan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang.
Baca Juga: Kantor Staf Presiden Tinjau Revitalisasi Sekolah di Jember, Temukan Bangunan Tak Sesuai Spesifikasi
Di sisi lain, para orangtua juga ikut bingung harus bagaimana.
Rohimah, salah satu wali murid, menceritakan kalau perlengkapan sekolah anaknya sudah tidak ada lagi.
Sebelumnya, buku dan tas sempat diamankan ke tempat lain.
Tapi setelah banjir datang, tempat itu malah ikut tertimbun material pasir.
Baca Juga: Mengungkap Penyebab Banjir dan Longsor Besar di Sumatera dan Aceh, Benarkah karena Hujan Deras?
“Untuk ujian tidak tahu gimana karena aksesnya seperti itu, seragam sekolah juga sudah habis. Kemarin sempat kita selamatkan tapi tempat penyimpanan itu sekarang juga kena banjir, jadi peralatan sekolah anak saya juga sudah enggak ada, termasuk buku,” kata Rohimah.
Selain menghantam perlengkapan sekolah, banjir lahar Semeru juga merusak puluhan fasilitas warga.
BPBD Lumajang mencatat ada 13 rumah warga di Sumberlangsep yang tertimbun material vulkanik.
Tiga motor, satu masjid, dan sebuah warung juga ikut hilang dalam tumpukan material.
Editor : Sidkin