Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Imbas Banjir Lahar Dingin Semeru dan Rumah Terendam 5 Meter, Pemkab Lumajang Kembali Tawarkan Relokasi Warga Sumberlangsep, Akankah Mau?

Sidkin • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:45 WIB
Bupati Lumajang Indah Amperawati kembali membuka opsi relokasi bagi warga Dusun Sumberlangsep yang terdampak banjir lahar Gunung Semeru.
Bupati Lumajang Indah Amperawati kembali membuka opsi relokasi bagi warga Dusun Sumberlangsep yang terdampak banjir lahar Gunung Semeru.

LUMAJANG, Halojember.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali membuka opsi relokasi bagi warga Dusun Sumberlangsep yang terdampak banjir lahar Gunung Semeru.

Sebanyak 137 kepala keluarga di dusun tersebut sempat terisolasi setelah aliran lahar menutup akses dan mengubur 15 rumah serta sebuah masjid dengan material pasir setinggi 4–5 meter.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa tawaran relokasi ini bertujuan memberikan tempat tinggal yang lebih aman bagi warga.

“Saya akan tawarkan relokasi, bagi yang tidak mau terpaksa kami minta tanda tangan berita acara pernyataan bahwa mereka tidak mau,” kata Indah di Jugosari, Minggu (7/12/2025).

Indah mengingatkan, upaya relokasi bukan hal baru. Setelah erupsi Semeru pada 4 Desember 2021, pemerintah daerah sudah memindahkan warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III ke hunian tetap Bumi Semeru Damai (BSD) di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.

Lebih dari 1.900 unit rumah dibangun untuk menampung mereka yang berasal dari zona merah.

Pada waktu itu, 137 KK dari Dusun Sumberlangsep juga telah ditawari untuk pindah ke huntap BSD.

Namun, seluruhnya memilih tetap tinggal di dusun tersebut meski pemerintah sudah mengimbau agar mereka meninggalkan wilayah rawan.

“Sebenarnya warga di sini sejak awal sudah kami imbau untuk tidak lagi berada di Sumberlangsep, dulu kami pernah tawarkan di huntap, tapi mereka tidak mau,” jelasnya.

Menurut Indah, pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan tempat yang aman bagi masyarakat, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan warga.

"Karena ini tanggung jawab pemerintah, apabila mereka tidak mau ya risiko ditanggung sendiri, kami sudah berupaya untuk membawa mereka ke relokasi,” tambahnya.

Baca Juga: 46 Siswa Lumajang Terancam Tak Bisa Ikut Ujian Sekolah, Banjir Lahar Dingin Putus Akses Jalan

Ia menuturkan masih ada sejumlah rumah di kawasan relokasi BSD yang belum dihuni. Fasilitas tersebut dapat ditempati warga Sumberlangsep apabila mereka akhirnya menerima tawaran relokasi.

“Relokasinya kalau mau di Sumbermujur kita masih bisa menampung atau nanti kita koordinasikan lagi dengan kepala desa,” pungkasnya.

Editor : Sidkin
#relokasi #erupsi gunung semeru #pemkab lumajang #gunung semeru #banjir lumajang #banjir lahar dingin #relokasi warga #imbas banjir