Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Update Korban Bencana Sumatera Terbaru, BNPB: 1.016 Meninggal, 212 Orang Hilang

Sidkin • Senin, 15 Desember 2025 | 13:15 WIB
Update Korban Bencana Sumatera, Abdul Muhari BNPB: 1.016 Meninggal, 212 Orang Hilang
Update Korban Bencana Sumatera, Abdul Muhari BNPB: 1.016 Meninggal, 212 Orang Hilang

Halojember.jawapos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Hingga Minggu (14/12/2025), total korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.016 orang.

Angka ini bertambah seiring ditemukannya korban baru dalam operasi pencarian yang masih terus berlangsung.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, penambahan jumlah korban meninggal terjadi setelah tim gabungan berhasil menemukan sepuluh jenazah dalam proses pencarian terbaru.

“Per hari ini hasil pencarian dan pertolongan bertambah 10 jasad yang ditemukan,” ujarnya saat konferensi pers.

Baca Juga: Kirim 100 Kantong Darah untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh

Muhari merinci, dari sepuluh korban tersebut, sembilan jenazah ditemukan di wilayah Aceh dan satu jenazah ditemukan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Di Aceh sembilan dan satu di Kabupaten Agam sehingga total yang kemarin 1.006 jiwa, hari ini bertambah menjadi 1.016 jiwa,” katanya.

Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang kini mencapai 212 orang. Adapun total pengungsi tercatat sebanyak 624.670 jiwa.

BNPB mencatat, bencana hidrometeorologi ini berdampak luas terhadap permukiman warga di tiga provinsi.

Baca Juga: Update Korban Jiwa Bencana Sumatera, 916 Orang Meninggal, Ratusan Ribu Warga Masih Mengungsi

Ribuan rumah rusak, fasilitas umum lumpuh, serta akses jalan di sejumlah daerah masih terputus akibat material lumpur dan longsoran tanah.

Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan di beberapa wilayah berjalan dengan tantangan berat.

Jumlah pengungsi juga masih tergolong tinggi meskipun sebagian warga telah mulai kembali ke rumah masing-masing.

Data BNPB menunjukkan ratusan ribu warga masih bertahan di pos pengungsian karena rumah mereka belum layak huni atau berada di zona rawan bencana.

Sebagian wilayah bahkan masih terisolasi akibat rusaknya jembatan dan jalur transportasi utama.

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat adanya korban luka serta warga yang sebelumnya dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Tim gabungan dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus menyisir lokasi-lokasi terdampak, terutama di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan.

Baca Juga: Mengungkap Penyebab Banjir dan Longsor Besar di Sumatera dan Aceh, Benarkah karena Hujan Deras?

BNPB menegaskan operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilanjutkan selama masih ada laporan warga hilang.

Di saat yang sama, pemerintah pusat dan daerah diminta mempercepat penanganan pascabencana, termasuk pemulihan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta mitigasi risiko bencana susulan di wilayah rawan.

BNPB juga mengimbau masyarakat di daerah terdampak agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Peringatan dini terus disampaikan agar warga dapat segera mengungsi ke tempat aman apabila terjadi peningkatan debit sungai atau pergerakan tanah di sekitar permukiman.

Editor : Sidkin
#aceh #sumatera utara #Update Korban Banjir Sumatera Terbaru #bencana Sumatera #bnpb #Abdul Muhari #sumatera barat