JEMBER, Halojember.jawapos.com - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, sejak Senin (15/12/2025) siang hingga malam memicu rangkaian bencana di puluhan titik wilayah.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir luas.
Selain banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang juga terjadi di beberapa kawasan perbukitan dan jalur penghubung warga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember per Selasa (16/12/2025) pukul 3.25 WIB, sedikitnya 20 lokasi banjir dan 3 titik tanah longsor tercatat dalam satu hari kejadian.
Baca Juga: Update Banjir Jember, Ratusan Rumah Warga Terendam, BPBD Masih Lakukan Penanganan
Sebaran bencana menjangkau lebih dari 15 desa dan kelurahan yang berada di 9 kecamatan, mulai dari kawasan pusat kota hingga kawasan pinggiran.
Kecamatan terdampak meliputi Kaliwates, Patrang, Sumbersari, Pakusari, Rambipuji, Kalisat, Ledokombo, Arjasa, dan Jelbuk.
Sebagian besar wilayah tersebut berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung dan anak sungainya.
Dari total kejadian banjir, BPBD mencatat sedikitnya 1.271 kepala keluarga (KK) terdampak luapan Sungai Bedadung.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai dua meter di beberapa lokasi permukiman.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara karena rumahnya tidak dapat ditempati.
Sementara itu, dampak kerusakan juga mencakup infrastruktur lingkungan dan akses warga.
Satu jembatan desa di Kecamatan Pakusari tergerus dan putus sehingga tidak dapat dilalui kendaraan dan warga.
Di beberapa lokasi, banjir merusak dapur rumah warga, plengsengan ambrol, dan akses jalan desa terganggu.
Sejumlah lokasi juga dilaporkan mengalami genangan berulang meski air sempat surut.
Selain banjir, tanah longsor terjadi di tiga kecamatan, yakni Ledokombo, Arjasa, dan Jelbuk.
Longsor menutup akses jalan penghubung antarwilayah serta merusak lahan pertanian milik warga.
Kepala BPBD Jember, Indra Tri Purnomo, menyatakan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama kejadian tersebut.
“Hujan sedang hingga lebat disertai angin menyebabkan luapan di sejumlah sungai dan memicu longsor di wilayah perbukitan,” ujarnya.
Ia menegaskan bencana hidrometeorologi ini berpotensi berulang. Oleh karena itu, pemantauan terus dilakukan meski hujan mulai mereda.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan lereng,” imbaunya.
Editor : Sidkin