JEMBER, Halojember.jawapos.com - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jember sejak Senin (15/12/2025) menyebabkan banjir dan tanah longsor di berbagai desa/kelurahan.
Luapan air dari sejumlah sungai besar, seperti Sungai Bedadung, Kalijompo, Rembangan, Mayang, hingga Dinoyo, tak terbendung dan masuk ke permukiman warga.
Genangan air setinggi 40 hingga 150 sentimeter merendam rumah-rumah warga dengan kondisi air coklat bercampur lumpur.
Berdasarkan data BPBD Jember per Rabu (17/12/2025) sore, bencana ini berdampak pada 14 kecamatan dan 29 desa atau kelurahan.
Total warga terdampak mencapai 1.428 kepala keluarga (KK) dengan kelompok rentan ikut merasakan dampak paling berat.
Sebanyak 94 lansia, 42 balita, tiga ibu hamil, dan 30 santri tercatat terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kerusakan bangunan meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan.
Fasilitas umum juga tak luput dari terjangan banjir, termasuk satu musholla dan dua fasilitas umum lainnya.
Infrastruktur jembatan mengalami kerusakan serius dengan lima jembatan dilaporkan rusak, empat di antaranya rusak berat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Wahyudi Hidayat menyampaikan, banjir juga disertai tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah lokasi.
“Selain banjir, hujan lebat memicu longsor dan menutup akses jalan di beberapa kecamatan,” ujarnya.
Baca Juga: Diduga Terseret Banjir, Seorang Nenek di Kalisat Jember Ditemukan Meninggal Dunia
Ia menjelaskan, longsor terjadi di wilayah Ledokombo, Arjasa, Jelbuk, Patrang, dan Rambipuji.
Akses jalan sempat terputus akibat material longsor dan pohon tumbang sebelum akhirnya dibuka kembali oleh tim gabungan.
Tragedi paling memilukan terjadi di Kecamatan Kalisat.
Seorang nenek dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
Korban diketahui hendak menyeberang jembatan saat debit air sungai sedang tinggi.
Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat sejak laporan pertama diterima.
“Kami memprioritaskan evakuasi warga dan pendataan korban sejak awal kejadian,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh potensi sumber daya dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak.
BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga Jumat, 20 Desember 2025.*
Editor : Sidkin